Breaking News

 SUARA JEMBER NEWS, Jember- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember melakukan kegiatan ngantor sehari didesa Harjomulyo, Kecamatan Silo pada sabtu, 02/10/2021.

Kegiatan diawali dengan pembukaan acara dilanjutkan dengan rangkaian acara penyuluhan dan sosialisasi tentang KB, Stunting, Desa layak anak, dan program PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga ) dibalai Desa Harjomulyo dan dipuncak acara berupa pagelaran ludruk Sumber Wangi dari Kec. Patrang, bertempat di Lapangan Sumber Lanas, Harjomulyo.

Menurut Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Kabupaten Jember Joko Purwanto, Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo akan dijadikan Desa Layak Anak oleh Pemkab Jember. Pada saat ini baru ada sekitar 30% desa layak anak dari keseluruhan desa di kabupaten Jember.

Untuk membentuk Desa Layak Anak dibutuhkan dua organisasi sebagai syarat Desa Layak Anak yaitu Gugus Tugas Desa Layak Anak (DLA) dan Forum Anak Desa (FAD).

Gugus Tugas Desa Layak Anak bertugas memfasilitasi keinginan anak seperti Pojok Literasi atau pengadaan WiFi di alun-alun desa untuk disalurkan kepada warga lewat musyawarah desa dengan sumber dana DD atau ADD, sesuai peraturan yang sudah ada.

Adapun keberadaan Forum Anak Desa sebagai wadah kreatif anak desa dalam bersuara, menginginkan pembangunan desa seperti harapan mereka.

Forum Anak Desa menjadi pelopor dan pelapor. Pelopor tingkah laku yang baik dan pelapor atas tindakan yang kurang baik seperti penggunaan narkoba, Ungkap Drs. Joko.

Selain itu,  diadakan sosialisasi dan pembentukan kelompok PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga) untuk memberi pelatihan ekonomi bagi para perempuan yang mengalami ketidakadilan laki-laki yang tidak memberi nafkah pada anak-anak akibat perceraian ataupun ditinggal pergi keluar negeri.

Kegiatan pagelaran ludruk dan sosialisasi ini dibiayai oleh proyek DAK Non fisik berupa Bantuan Operasional Untuk Keluarga Berencana (BOUKB).

Kartono selaku Kades Harjomulyo saat mendampingi Plt Kadis DP3AKB pada acara pagelaran ludruk menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati yang sudah menempatkan program (DP3AKB) di Desa Harjomulyo sehingga warga kami terutama perempuan dan anak anak tahu hak-haknya.

Didampingi Seniman Ludruk Cak Mat dan Cak Jumali, Plt Kepala Dinas DP3AKB Drs Suprihandoko, MM memberikan sosialisasi 3 pokok permasalahan yaitu, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Program Keluarga Berencana.

Plt Kadis DP3AKB, Drs Suprihandoko,MM menjelaskan, pentingnya menekan angka stunting, angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu, dengan cara pendewasaan usia perkawinan minimal umur 20 tahun.

Pendewasaan usia perkawinan diusahakan dengan sekolah tinggi, pembekalan ketrampilan sebagai persiapan kehidupan rumah tangga sehingga saat punya keluarga bisa mengatur ekonomi, kapan melahirkan dan kapan stop melahirkan menggunakan kontrasepsi KB, ujar beliau.

Lebih lanjut Suprihandoko menjelaskan DP3AKB sudah bekerjasama dengan Pengadilan Agama untuk melindungi 118.000 Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) yang mengalami ketidakadilan laki-laki yang tidak memberi nafkah pada anak-anak akibat perceraian maupun ditinggal pergi keluar.

Pentingnya perlindungan anak terkait hak anak seperti pendidikan, pengasuhan anak dengan membentuk Gugus Tugas Desa Layak Anak untuk memperjuangkan anak desa Harjomulyo terhindar adanya penelantaran anak, exploitasi anak, pelecehan sex dan pekerja anak yang nantinya diperjuangkan oleh Forum Anak Desa.

Suprihandoko menutup penjelasannya tentang pentingnya KB dengan menggunakan pil KB, Kondom, Suntik, Pasang over T pada rahim (IUD), operasi MOW atau Tubektomi dan MOP (Vasektomi).(AMP).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »