Suara Jember News : Bimbingan Teknis pada acara CICOFest Kopi Senin, 30 Juni di FTP Universitas Jember, meliputi materi SLA, SLCA dan LCC
Baca Juga : Forum Group Discussion CICOFEST Coffee Di FTP Universitas Jember
Sustainable Livelihood Approach,(SLA) tujuannya adalah sebagai kerangka kerja untuk memahami dan memperkuat penghidupan berkelanjutan masyarakat. Aset/aset penghidupan: modal alam (hutan, tanah), manusia (pengetahuan, kesehatan), finansial, sosial, dan fisik. Konteks kerentanan: seperti perubahan iklim, harga pasar kopi, atau degradasi hutan.
Strategi bertahan hidup: seperti diversifikasi usaha (kopi + madu hutan + ternak), peningkatan kapasitas kelompok tani.

Dalam konteks perhutanan sosial kopi, SLA dipakai untuk memastikan:
* Petani kopi hutan bisa sejahtera tanpa merusak hutan
* Sistem produksi berbasis agroforestri tahan terhadap iklim, dan berbasis komunitas
Baca Juga : Kolaborasi Lintas Institusi Guna Mengangkat Kopi Jember Sebagai Produk Unggulan Nasional
Sustainable Livelihood and Climate Assessment (SLCA)
Sebagai alat penilaian yang mengukur Seberapa berkelanjutan mata pencaharian masyarakat (ekonomi, sosial, lingkungan)
Seberapa rentan atau tangguh mereka terhadap perubahan iklim
Life Cycle Cost (LCC) adalah pendekatan untuk menghitung biaya total dari suatu proyek/komoditas selama siklus hidupnya.
Dalam perhutanan sosial kopi, LCC membantu:
* Merinci semua biaya dari penanaman, perawatan, panen, pasca-panen hingga pemasaran
* Menghitung berapa nilai ekonomi yang diperoleh, dan kapan titik balik modal tercapai
* Menunjukkan bahwa investasi sistem agroforestri kopi lebih berkelanjutan daripada monokultur dalam jangka panjang
Bersambung