Suara Jember News, Jember – Penghargaan kategori Pengembangan Ekonomi Kreatif yang diperoleh Bupati Jember Hendy Siswanto, Senin (27/11), dalam Detik Jatim Awards 2023 merupakan buah dari capaian event Jember Fashion Carnival (JFC). Tentunya melalui Kampoeng Creative JFC yang menjadi wadah seni, budaya, sumber informasi, dan tempat mengenal Jember lebih jauh lagi.
Dengan diperolehnya penghargaan tersebut, Bupati Hendy optimistis bahwa Pemkab Jember ke depan akan dapat mengembangkan dan menghidupkan homestay yang ada di Jember. Pihaknya akan berkolaborasi dengan dua juta rumah untuk dijadikan wisata dan edukasi sebagai penggerak ekonomi kreatif. “Dua juta rumah di Jember akan kami ajak untuk berkolaborasi menciptakan wisata pendongkrak ekonomi kreatif,” terangnya.
Baca Juga : Hadiri Jambore OPOP di Pasuruan, Khofifah Ajak Santri Jadi Pengusaha
Kampoeng Creative JFC sengaja dipilih di pinggir kota, yakni di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Arjasa, untuk meningkatkan potensi UMKM di wilayah tersebut. Serta sebagai wadah untuk menampung dan mengenalkan budaya asli Jember. Sebab, masih banyak suku dan budaya khas Jember yang belum dikenal oleh masyarakat luas.
Adapun program wisata yang ditawarkan di Kampoeng Creative JFC yaitu Jember Heritage Tour (JHT), yang dapat dikunjungi warga Jember atau wisatawan untuk mengetahui tentang Jember. Kampoeng Creative JFC juga bekerja sama dengan beberapa sekolah untuk mengenalkan budaya Jember. “Langkah yang sangat luar biasa sebagai ajang promosi potensi Jember,” imbuhnya.
Baca Juga : IHSG Melaju di Zona Hijau, Rupiah Merah
Dalam mewujudkan ekonomi kreatif yang berkualitas, lanjut bupati, harus melangkah sesuai dengan yang sudah direncanakan. Fokus pada titik yang telah ditentukan. Sehingga nantinya dapat dirasakan. Setelah itu, lanjut ke titik yang lain. Jika tidak begitu, realisasi ekonomi kreatif akan sulit dicapai. Sebab, pelaksanaan ekonomi kreatif membutuhkan inovasi yang menarik.
Di sisi lain, geliat ekonomi kreatif juga diwujudkan oleh desa/kelurahan se-Jember. Sebab, dari 248 kelurahan/desa setidaknya memiliki satu produk unggulan atau One Village, One Product (OVOP). Sehingga, kini ada 248 produk di Jember. Salah satunya ecoprint yang dikenalkan dengan merek Ecoprint Nusantara. Program OVOP juga bisa disinergikan dengan program One Pesantren, One Product (OPOP) di Jember. Dengan begitu, akan terbangun kekuatan ekonomi kreatif yang dahsyat ke depannya.
Sumber Berita : radarjember
dawa01

