Suara Jember News, Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto menargetkan pada akhir tahun 2023, angka stunting di Kabupaten Jember harus di bawah 10 persen.
Dia meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jember harus menentukan klasifikasi langkah yang dipahami seluruh anggota, supaya target prevalensi stunting bisa tercapai di bawah 10 persen.
Baca Juga : Wujudkan Sistem Kesehatan Berkualitas, Gubernur Jatim Tekankan Pentingnya Enam Pilar Transformasi Kesehatan
“Kita harus bisa buktikan, target kami harus di bawah 10 persen ya,” ujarnya saat memberikan arahan kepada TPPS Kabupaten Jember, Sabtu (18/11/2023).
Lebih lanjut, Hendy mengatakan, Tim TPPS Kabupaten Jember juga perlu melakukan peningkatan kualitas intervensi, terhadap balita yang dinyatakan stunting.
“Anggota TPPS Jember harus lebih fokus melakukan klustering, karena setiap anak stunting itu kebutuhannya berbeda-beda, PIC nya harus jelas dan harus dikawal lebih dekat dan intens,” pintanya.
Selain itu, kata Hendy, pendataan terhadap kondisi perkembangan kesehatan bayi stunting ini harus tepat dan akurat. Kalau bisa, rutin didatangi rumahnya.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Canangkan Imunisasi Hepatitis B Bagi Nakes di Jatim
“Anak stunting harus rutin dicek ke rumahnya secara berkala, sehingga perkembangannya bisa termonitor secara baik,” katanya.
Sebatas informasi, Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 yang dirilis Kementerian Kesehatan menyebut Jember menempati urutan pertama di Jawa Timur dalam prevalensi balita stunting. Yakni, mencapai 34,9 persen atau sekitar 35.000 balita.
Sumber Berita : jatim-timur.tribunnews.com
Khusnul06

