Suara Jember News, Jember – Poliomyelitis atau penyakit polio disebabkan oleh virus polio. Diketahui bisa bertahan lama di lingkungan.
Baca Juga : Desa Jatimulyo dengan Pendidikan Anak Usia Dini yang Hebat
Dokter Candra Bumi menjelaskan, ada banyak alasan mengapa penyakit polio muncul kembali.
Selama virus polio bisa bertahan lama di lingkungan, maka penyakitnya tidak akan hilang.
Ditambah dengan adanya anak yang terlewat tidak divaksin polio. Selain itu, tidak semua yang terjangkit virus polio bisa menderita penyakit polio. Bisa jadi hanya carrier atau pembawa.
“Anak-anak seperti itu bahaya. Apalagi sanitasinya buruk, makanya bisa menyebar,” paparnya.
Ada sejumlah gejala penularan polio. Pertama, bersifat abortif atau anak yang terkena tapi tidak diikuti gejala berat.
Kedua, nonparalisis, gejalanya menyerang pada otot-otot dan sendi-sendi, tapi tidak sampai lumpuh. Ketiga, gejala yang bisa sampai menyebabkan kelumpuhan.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember itu menjelaskan, untuk menjadi lumpuh dibutuhkan waktu hingga tahunan. Bahkan pada saat masa inkubasi tersebut, ada yang tidak diawali dengan gejala rasa sakit apa pun.
Dijelaskan, faktor musim bisa memperkuat penyebaran kembali virus polio. “El Nino, musimnya tidak jelas. Virus-virus yang dulu dorman kini sampai ke perkampungan (masyarakat, Red),” tutur Candra.
Vaksinasi memang menjadi cara pencegahan yang kini tengah diupayakan.
Baca Juga : Bupati Jember Terus Doakan untuk Menyongsong Harlah NU
Terutama pada anak-anak. Menurutnya, virus polio sangat rentan menular pada anak usia enam sampai tujuh tahun, dan sangat jarang pada orang dewasa. Ini berkaitan dengan imunitasnya.
“Imunisasi polio tujuannya agar anak tidak sakit polio. Untuk memperlambat penyebaran polio dan menciptakan kekebalan bersama. Jika anak kena virus polio, tidak muncul komplikasi parah hingga lumpuh,” sebut dosen epidemiologi itu.
Iswahyudi02

