Site icon Suara Jember News

Fleksibelnya Harga Diharapkan Tarik Minat Petani Jember Pasok Gabah ke Bulog

Suara Jember News, Jember – Badan Urusan Logistik (Bulog) tengah berproses menyerap gabah dan padi petani Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sesuai dengan keputusan Badan Pangan Nasional, Bulog diperintahkan menyerap gabah dan beras dengan harga fleksibel sehingga petani tertarik menjual kepada pemerintah.

Baca Juga : Rumah Sahabat Faida Jember Gelar Belanja Bareng 210 Anak Yatim

“Jadi harga gabah kering panen yang sebelumnya Rp 5 ribu per kilogram menjadi Rp 6 ribu. Gabah kering giling di gudang Perum Bulog yang semula Rp 6.300 menjadi Rp 7.400. Lalu beras di gudang Perum Bulog yang sebelumnya Rp 9.950 per kilo menjadi Rp 11 ribu,” kata Asisten Manajer Operasional Bulog Jember Nanang Hartoyo, dalam rapat dengar pendapat di DPRD Jember, Sabtu (6/4/2024).

Harga ini dipatok pada 3 April – 30 Juni 2024. “Besar harapan kami karena Jember salah satu lumbung padi dan beras nasional, semoga dengan keputusan Badan Pangan terkait fleksibilitas harga ini, banyak gabah dan beras petani Jember yang masuk ke kami,” kata Nanang.

Bulog Jember memiliki sentra penggilingan padi di Kecamatan Puger. “Jadi kami bisa menyerap gabah petani dalam bentuk gabah kering panen. Kalau sebelumnya kami menyerap dalam bentuk gabah kering simpan atau kering giling, kami dapat menerima gabah kering panen,” kata Nanang.

Nanang berharap dengan fleksibilitas harga yang dipatok pemerintah, harga gabah dan beras di tingkat petani tidak jatuh. “Kemarin kan ada penurunan harga karena panen padi mulai massif, sehingga banyak harga gabah dan beras yang mulai turun. Keinginan Bapanas, harga beras di tingkat petani ditahan pada harga Rp 11 ribu atau Rp 7 ribu di tingkat gabah,” katanya.

Nanang berharap Pemerintah Kabupaten Jember bisa mendorong gabungan kelompok tani menyuplai gabah ke Bulog. “Tujuannya untuk stabilisasi harga dan pasokan. Ke depannya beras bisa bermanfaat bagi warga Jember sendiri,” katanya.

Siswono, Ketua Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati di DPRD Jember, mempertanyakan pola kemitraan pemerintah daerah dengan Bulog dalam menyikapi fluktuasi harga gabah dan beras.

“Ini kok tidak match dengan yang disampaikan (pemerintah) di ruanh ber-AC. Petani menjerit, kok di ruang ber-AC kok disampaikan enak-enak. Beras masih mahal, dan padi saat panen raya harganya tidak sesuai dengan keinginan petani,” kata Siswono.

Siswono berharap Bulog menjadi pintu awal bagi petani. “Sehingga kesejahteraan bisa dirasakan petani,” katanya.

Sejak November 2023, harga gabah cenderung naik. “Saat panen raya sekarang, kecenderungan harga untuk turun sudah mulai di angka Rp 5 ribu – 6 ribu per kilogram. Bapanas menginginkan harga di tingkat petani tidak terlalu jatuh dan diharapkan bisa diserap melalui Bulog,” kata Nanang.

Nanang berharap ada upaya dari pemerintah untuk mendorong pihak-pihak untuk memasok gabah ke Bulog. “Karena dalam sisi ini, saat gabah dan beras bisa masuk ke persediaan Bulog, bisa digunakan kembali untuk bantuan ke masyarakat, bisa digunakan untuk stabilisasi beras di tingkat pedagang atau pasar. Jadi tak hanya mengandalkan beras impor, tapi mengandalkan beras lokal,” katanya.

Baca Juga : H-4 Lebaran, KAI Jember Berangkatkan 8.800 Pemudik

Bulog sendiri memasok beras untuk aparatur sipil negara Pemerintah Kabupaten Jember. Bulog juga bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan untuk melakukan operasi pasar. “Selama ini operasi pasar sudah terjadwal melalui Disperindag. Hampir setiap minggu selama lima hari ada operasi pasar. Lalu dengan Dinas Ketahanan Pangan sesuai dengan event yang diadakan,” katanya.

Sumber Berita : beritajatim.com
Iswahyudi02

Exit mobile version