Breaking News

SUARA JEMBER NEWS, Jawa Timur- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kabupaten Sumenep September 2021 mengalami deflasi sebesar 0,11 persen. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh turunnya harga tomat sayur dan telur ayam ras.

kepala BPS Sumenep, Syaiful Rahman, mengatakan, penurunan harga telur ayam ras disebut menjadi andil terbesar terhadap deflasi di Kabupaten Sumenep selain bawang merah, ikan layang/ ikan benggol.
“Telur ayam ras haganya terus mengalami penurunan sebesar 12,47 persen, dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,1198 persen,” tutur Syaiful Rahman, dalam rilisnya, Rabu (06/10/2021).
Menurut Saiful, komoditas lain yang turut menekan deflasi Sumemep pada September 2021 adalah penurunan harga bawang merah sebesar 17,42 persen, dengan andil 0,0720 persen, dan ikan layang/ikan benggol turun 9,39 persen, dengan andil 0,0308 persen.
Disamping itu, pindang asin turun 6,87 persen, dan memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,0285 persen. Sementara komoditas yang mengalami inflasi diantaranya adalah, cumi-cumi naik 7,25 persen, dan memberikan andil 0,0478 persen.
Selanjutnya harga beras mengalami kenaikan 0,76 persen, dengan andil 0,0395 persen, daging ayam ras naik 3,35 persen, dengan andil 0,0393 persen, ember naik 8,33 persen dengan andil 0,0286 persen, dan keteimun naik 25,32 persen, dengan andil 0,0273 persen. Keramik naik 3,13 persen, dan memberikan andil sebesar 0,0206 persen.
Jika dilihat dari kelompok pengeluaran, deflasi didorong oleh turunnya sebagian indeks kelompok pengeluaran. Ada 2 kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,97 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,07 persen.
Ada 7 kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,67 persen. Disusul kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,53 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,28 persen; kelompok transportasi sebesar 0,04 persen; kelompok rekreasi, olah raga dan budaya sebesar 0,03 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen.
Adapun 2 kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu kelompok pakaian dan alas kaki; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman / restoran.
Tingkat inflasi tahun kalender (Januari – September) 2021 sebesar 0,71 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2021 terhadap September 2020) sebesar 2,18 persen. (Laiy)
Sumber: Kominfo Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »