Suara Jember News, Jatim – Investasi ratusan miliar rupiah dari investor lokal maupun asing perlahan mengubah wajah Kota Blitar. Gedung-gedung pencakar langit kini terus bermunculan di kota yang memiliki julukan Bumi Bung Karno.
Baca Juga : Koalisi Perubahan di Jember akan Sowan ke NU dan Muhammadiyah Setelah Lebaran
Tercatat selama tahun 2023, angka investasi di Kota Blitar mencapai Rp385 miliar. Investasi tersebut naik cukup tinggi jika dibandingkan tahun 2020 lalu, dimana angkanya hanya Rp167 miliar.
Sektor minyak dan gas masih menjadi penopang utama investasi di Kota Blitar. Ditambah lagi sektor pariwisata yang semakin hari kunjungannya semakin meningkat, sehingga menumbuhkan investasi di sektor lain seperti hotel, rumah kos, hingga kafe dan resto.
Tak ayal kini banyak hotel yang tumbuh di Kota Blitar. Selama akhir tahun 2023-2024 ini saja ada dua hotel berdiri di Kota Blitar.
Kota yang hanya memiliki 3 kecamatan itu, kini tercatat telah memiliki 22 hotel mulai dari kelas melati hingga berbintang.
Pada sektor rumah kos tidak kalah esktrim. Selama 3 tahun terakhir pertumbuhan usaha rumah kos naik pesat seperti tidak terkendali. Pemerintah Kota Blitar pun menyebut perlu ada kajian mendalam terkait hal ini.
“Yang jelas yang pertama mereka (investor) mau menggandeng pelaku usaha lokal, apapun itu kalau tidak bisa sumberdaya manusianya atau mungkin sub barang, itu yang selalu kami tekankan ke investor sekarang,” kata Heru Eko Pramono, Kepala DPMPTSP Kota Blitar.
Selain sektor-sektor diatas, belakangan ini para investor rokok juga sedang mengincar Kota Blitar. Dua perusahaan rokok ternama yakni Gudang Garam dan Sampoerna pun kini telah mendirikan pabrik di Kota Blitar.
Ternyata bukan mereka saja, masih ada 3 perusahaan rokok yang saat ini tengah proses penjajakan untuk mendirikan pabrik di Bumi Bung Karno. Bahkan satu diantara ketiganya kini telah memproses perizinan di Kota Blitar.
Kini Blitar secara perlahan pun menjadi kota industri. Adanya Bandara Dhoho Internasional Kediri tentu akan membuat para investor semakin banyak yang masuk ke Kota Blitar.
Dan jangan kaget dalam beberapa tahun ke depan Blitar bakal menjadi kota industri. Pertumbuhan investasi di Kota Blitar pun ditargetkan sebesar 2,0 persen hingga 2026 mendatang.
“Tapi mereka (investor) sudah punya perencanaan detail sih, pokoknya jangan sampai kita jadi penonton,” tegasnya.
Baca Juga : Bupati Jember Minta Dana Desa untuk Perbaiki Rumah Tak Layak Huni
Kini tugas berat ada di Pemerintah Kota Blitar, agar investasi yang masuk ini bisa membawa manfaat kepada warga lokal. Sejumlah treatment pun harus dilakukan agar warga lokal juga bisa menjadi bagian perkembangan industri di Bumi Bung Karno dan bukan hanya jadi penonton.
Sumber Berita : beritajatim.com
Iswahyudi02

