Suara Jember News, Nasional – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan kondisi geopolitik global saat ini kurang kondusif. Namun, kata dia, yang paling penting perpolitikan di Indonesia masih stabil.
Presiden menyampaikan ini dalam Pertemuan Industri Jasa Keuangan 2024, di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan pada Selasa, 20 Februari 2024. Ia mengatakan geopolitik saat ini kurang baik sebab beberapa negara masih dilanda konflik seperti Ukraina dan Palestina.
Baca Juga : Khofifah Minta Pj Gubernur Jatim Pastikan Pasokan Sembako Aman dan Harganya Stabil
Kepala Negara menyebut stabilitas politik RI yang stabil dalam konteks lancarnya penyelenggaraan Pemilu 2024. “Saya tahu bahwa banyak para pelaku bisnis yang kemarin masih menunggu pemilu. Wait and see karena khawatir dengan politik yang memanas menjelang pelaksanaan pemilu,” kata Jokowi.
Dalam keterangannya, Jokowi menyatakan stabilitas itu beriringan dengan resiliensi industri keuangan di tingkat permodalan perbankan mencapai 27,69 persen. Jokowi mengatakan, ekonomi indonesia juga tumbuh masih sangat baik yaitu 5,05 persen,
“Tapi tetap harus hati-hati, tetap harus waspada. Karena ekonomi global yang berubah sangat cepat, disrupsi teknologi yang masif terus terjadi. Tadi saya sampaikan geopolitik juga masih belum jelas akan selesai kapan, akan ke mana,” kata Jokowi.
Baca Juga : Jember Kueren “Raih Empat Penghargaan Pusaka Lingkungan”
Pemilu 2024 diselenggarakan pada 14 Februari lalu. Tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden bertarung dalam pilpres 2024 yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Hingga Selasa, 20 Februari 2024, pukul 12.05 WIB, data yang terbaru masih menunjukkan hasil perhitungan suara per 12:00 WIB dengan 72,37 persen data Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah tertampung. Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul 58, 67 persen.
Sumber Berita : Tempo.co
Iswahyudi02

