Breaking News

SUARA JEMBER NEWS, Jember –  Usai menyampaikan LPP APBD Jember tahun 2020 di ruang kerja Ketua DPRD Jember (23/06/2021) wartawan diberikan kesempatan berwawancara dengan  Bupati.  Salah satu yang menjadi topik pertanyaan wartawan adalah mengenai kebijakan Ambulance Desa.

Sebelumnya diberitakan, Hendy berencana menghibahkan 248 ambulans desa Dinas Kesehatan itu pada kepala desa, termasuk anggaran pengelolaannya. Tujuannya agar penggunaan ambulans tersebut lebih maksimal.  Namun, keinginan mengalihkan ambulans desa pada pihak desa mendapat banyak masukan dari kepala desa. Salah satunya karena perlunya  dana operasional, perawatan dan honor sopir mengambil dari anggaran yang sudah ada. Hal ini mendapat reaksi keberatan dari pihak desa.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bupati Hendy  menyampaikan ” Ambulance desa kita serahkan saja ke Puskesmas, kenapa gak ke desa?, Ya sesuai ahlinya lah,” .Ujar Bupati

Jember memiliki 51 Puskesmas yang tersebar di 31 Kecamatan sehingga pembagian  Ambulance akan ditempatkan secara proporsional sesuai dengan keluasan daerah masing-masing, Agar lebih profesional Bupati melibatkan  Dinkes dalam mengatur anggaran.

Bupati jember juga memberikan paparan mengenai dengan sopir ambulance, bahwasanya untuk tidak mengambil sembarangan orang untuk menjadi sopir tetapi lebih mengutamakan keprofesionalan sebagai sopir agar yang jadi sopir ambulance yang baik. Dalam kesmpatan ini bupati juga menjawab tentang sopir yang lama.

“Kami akan rangkul semua, jadi mantan sopir kemarin kami rekrut kembali dan tahun ini kami seleksi kembali,kita kasih kesempatan, tapi tetap harus lewat ujian-ujian itu, kalau lulus kita masukkan, kita kasih kesempatan sama-sama. Hal- hal lain mengenai teknis bupati menyerahkan semua ke pihak dinkes, imbuh H. Hendy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »