Suara Jember News, Jember – Lampu lalu lintas berwarna kuning merupakan tanda kehati-hatian atau kewaspadaan bagi pengguna jalan. Tujuan dari adanya lampu lalu lintas tentu saja untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.
Oleh karena itu, lokasi lampu lalu lintas ditempatkan di persimpangan jalan seperti Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, yang berdekatan dengan Yayasan Pendidikan Miftahul Ulum. Selain itu, jalan ini merupakan akses utama menuju Bandara Notohadinegoro.
Baca Juga : Penyerahan Sertifikat PTSL Desa Jatimulyo
Jawa Pos Pantauan Radar, tepat di bawah lampu isyarat ada Pak Ogah atau orang yang mengatur lalu lintas. Ternyata alasan keengganan bapak tersebut adalah karena lampu indikator tidak menyala atau tidak berfungsi. Bahkan, pada siang hari, jalan Miftah cukup ramai dengan kendaraan yang keluar masuk Dana Pendidikan Ulum.
Pertigaan ini juga merupakan jalan utama menuju Bandara Notohadinegoro. “Hal ini sangat mengkhawatirkan karena waktu masuk dan keluar pelajar sama dengan jumlah pengguna jalan,”; kata Yudi, warga yang berjaga di pos pemeriksaan.
Baca Juga : Pertamina Beri Energi Positif Di Jawa Timur, Bali Dan Nusa Tenggara Tahun 2023
Yudi mengaku, lampu lalu lintas di depan yayasan sudah lama berhenti berfungsi. Sehingga banyak warga yang khawatir dengan kecelakaan tersebut. Ia berharap lampu lalu lintas segera diperbaiki untuk menjamin keselamatan pejalan kaki dan pelajar.
Sepekan lalu, Jawa Pos Radar Jember membenarkan hal tersebut kepada Direktur Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus Wijaya. Ia mengatakan, pihaknya langsung berupaya menguasai lampu lalu lintas yang rusak tersebut.
(Iswahyudi)

