Suara Jember News

Mencegah Resiko Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) Melalui Perubahan Gaya Hidup , Prodia Gelar Seminar Dokter dan Bidan di Jember

Jember, SJNews – Mewujudkan visi sebagai centre of excellence, PT Prodia Widyahusada Tbk bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia ( IBI ) Kabupaten Jember menyelenggarakan seminar dokter  dan bidan pada 50 kota di Indonesia.

Seminar nasional ini bertujuan sebagai sarana pembaruan informasi dalam industri kesehatan dan merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan 50 tahun Prodia.

Mengusung tema “Personal and Precise Partner for Your Health”, Prodia berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, serta pelaku industri kesehatan dengan selalu menjadi mitra yang dapat diandalkan untuk mencapai tujuan kesehatan setiap individu.

Di tahun 2023 ini, Prodia juga berharap untuk dapat terus mengiringi para mitra dan dokter untuk dapat melangkah lebih jauh dalam meningkatkan dan mengembangkan mutu layanan kesehatan dan pengobatan. 

Bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia dan Ikatan Bidan Indonesia Cabang Jember, Jember menjadi kota ke Tiga Puluh Sembilan (39) diadakannya seminar nasional Prodia tahun ini. Berlokasi di Meeting Room, Hotel Luminor Jember kegiatan ini berlangsung hari Minggu (03/09/2023), dengan format hybrid bersama 100 peserta dokter baik secara offline maupun online yang diikuti oleh Dokter Umum, Dokter Obsteri dan Ginekologi dan Bidan.

Dengan tema “Correcting PCOS Through Lifestyle”, webinar ini memberikan informasi terkini mengenai risiko Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), serta memperdalam faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Polycystic Ovary Syndrome (PCOS.  

Sebagai narasumber Prof. Dr. dr.  Budi Santoso, Sp.OG, Subsp, F.E.R  membahas mengenai Treatment Approach for Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dan Nur Ainsyah Oktavia, S.Si., MM, Product Specialist dari Prodia memaparkan mengenai Laboratory Testing For PCOS & Weight Management Strategies

Dalam webinar ini, Prof. Dr. dr.  Budi Santoso, Sp.OG, Subsp, F.E.R mengatakan “indrom ovarium polikistik (PCOS) adalah kelainan yang ditandai dengan hiperandrogenisme, disfungsi ovulasi, dan ovarium polikistik. PCOS berpotensi menyebabkan gejala sindrom metabolik yang substansial, termasuk peningkatan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular, dan faktor-faktor ini harus dipertimbangkan ketika menentukan pengobatan jangka panjang.

Ada beberapa pertimbangan dalam manajemen terapi pasien PCOS seperti Perubahan lifestyle yang dapat dipertimbangkan sebagai manajemen terapi lini pertama untuk wanita yang mengalami PCOS dengan adanya obesitas. Serta pemberian pengobatan juga dapat diberikan seperti halnya letrozole, clomiphene citrate, dan metformin.

Nur Ainsyah Oktavia, S.Si., MM juga turut memaparkan “Ada beberapa pendekatan pemeriksaan laboratorium dalam manajemen pasien PCOS. Tanda dan gejala PCOS melibatkan dari perubahan hormon steroid yang kompleks.

Untuk dapat memberikan gambaran yang lengkap dan untuk mempermudah analisa kondisi gangguan tersebut perlu dilakukan pendekatan pemeriksaan secara multiple seperti halnya 17 OH Progesteron, Testosteron, Androstenedione, dan Cortisol.

Serta pada wanita yang mengalami PCOS dengan adanya obesitas, pendekatan perubahan lifestyle dengan nutrigenomik akan membantu menjaga keseimbangan berat badan dengan pengaturan pola diet dan olahraga sesuai profile genetik.” 

Melalui seminar ini, diharapkan dokter yang hadir dapat memahami informasi peranan pemeriksaan Prodia Nutrigenomic pada berbagai kondisi penyakit terutama untuk pasien dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), serta penegakan diagnosis dan tata laksana yang lebih dini agar pencegahan dan penanganan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dapat dilakukan lebih baik.  

Seminar ini berjalan dengan sukses dan interaktif, serta menjadi media diskusi dan berbagi pengalaman bagi para dokter. Selain seminar hari ini, Prodia juga akan memfasilitasi seminar di kota-kota lain dengan topik tematik kesehatan lainnya untuk membuka ruang pengembangan bagi para dokter. 

Pewarta : Agus

Editor.    : Sunarto

Exit mobile version