Suara Jember News, Jatim – Direktur Jenderal Tanamam Pangan Suwandi, mewakili Menteri Pertanian melakukan kunjungan panen raya komoditas jagung di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Selasa, (19/3/2024).
Ia mengatakan, bahwa hasil panen jagung di Kabupaten Tuban sangat luar biasa, karena menjadi salah-satu kabupaten penghasil jagung terbesar di tingkat Jawa Timur maupun Nasional.
Baca Juga : MDMC Jember Gencarkan SPAB
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Budi Wiyana mengatakan, dalam pertemuan kali ini bukanlah pertemuan panen raya biasa, karena dalam kesempatan ini telah mendatangkan beberapa pihak pengambil kebijakan dari pusat, untuk mendengar dan mencari solusi dari keluhan petani di Desa Ngimbang.
“Semua kita inventarisir mulai dari pola tanam, sarana produksi, bibit, penyakit, panen hingga harga. Satu per satu permasalahan petani telah dijawab oleh Dirjen maupun Bapanas terkait harga, minimal tidak dibawah HAP,” katanya kepada rri.co.id. Rabu,(20/3/2024)
Apabila terdapat harga dibawah HAP maka akan dilakukan penyerapan hasil tanam oleh GPMT, Pinsar, Bulog maupun tim Satgas.
Ditanya terkait naiknya harga bapok termasuk daging menjelang hari raya, apakah ada kaitannya dengan jagung, Sekda katakan bahwa hal itu sering terjadi saat mendekati perayaan hari besar. Namun, ia mengaku telah melakukan antisipasi dengan menjaga ketersediaan barang, sehingga harga tidak melonjak terlalu tinggi dan masih bisa dijangkau masyarakat.
“Tim TPID dan instansi terkait sudah melakukan pendataan dan langkah-langkah untuk menjaga ketersediaan,” tambahnya.
baca Juga : UKM Kesenian Unej Gelar Karnaval Musik Patrol
Sesuai arahan Dirjen, terkait pengawalan Pemkab Tuban kepada para petani sanggem. Menurutnya, Pemkab Tuban akan kumpulkan penyuluh dan melakukan inventarisasi untuk tahun 2025. “Melalui penyuluh, camat dan gapoktan akan kami inventasrisasi dan kami input di aplikasi RDKK,” katanya, mengakhiri.
Harga jagung saat ini, menurut 55 titik data yang dimiliki oleh Bapanas, harga tersebut bervariasi antar daerah yang ada di Indonesia. Diantaranya terpantau seharga Rp 3.000 hingga dibawah Rp 4.200 dengan kadar air 15 persen, dan harga ini sudah berada dibawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Sumber berita : rri.co.id

