Site icon Suara Jember News

PENA Jadi Solusi Jitu Atasi Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

Suara Jember News, Nasional – Kemiskinan ekstrem masih menjadi momok bagi Indonesia. Dengan standar Bank Dunia, yaitu 1,9 dolar AS per hari per keluarga (sekitar Rp 1 juta per bulan), banyak keluarga di Indonesia masih terjebak dalam situasi sulit ini. Pemerintah, melalui Kementerian Sosial (Kemensos), terus berupaya mengatasi kemiskinan ekstrem. Salah satu terobosannya adalah Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA).

Baca Juga : Pemkab Blitar Raih PPD Terbaik III dan Percepatan Penurunan Stunting

Program PENA diluncurkan pada November 2022 dan menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan lainnya.

Melalui program ini, KPM mendapatkan bantuan permodalan usaha maksimal Rp 5 juta dan pendampingan untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Hasil Nyata Program PENA

Sejak diluncurkan, Program PENA telah menunjukkan hasil yang nyata. Pada tahun 2023, sebanyak 10.073 KPM berhasil digraduasi dari program ini.

Hingga Maret 2024, jumlah KPM yang graduasi dari Program PENA mencapai 11.260, sehingga totalnya menjadi 21.333 KPM.

“Meskipun sudah digraduasi, kami tetap memantau mereka. Kami waspadai agar pendapatannya tidak turun lagi di bawah UMR,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Target 100.000 Graduasi di Tahun 2024

Meskipun anggaran untuk PENA di tahun 2024 hanya cukup untuk 85.000 KPM, Kemensos menargetkan bisa menggraduasi 100.000 KPM.

“Target itu dicanangkan untuk memotivasi dan menyemangati teman-teman. Kini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah membantu sehingga mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai,” kata Mensos Risma.

Perubahan Mindset: Kunci Menuju Kemandirian

Mensos Risma menjelaskan bahwa meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengantarkan mereka menuju kemandirian bukanlah perkara mudah.

Baca Juga : Ada Uji Coba Jelita Jelang Lebaran di Jember

“Yang paling penting adalah merubah mindset dari yang biasanya menerima bansos menjadi berwirausaha dan bisa mandiri,” jelas Mensos.

Program PENA, dengan kombinasi bantuan permodalan dan pendampingan, menjadi solusi jitu untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Sumber Berita : beritajatim.com
Iswahyudi02

Exit mobile version