Suara Jember News, Jatim – Peringatan Hari Gizi Nasional ke-64 dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kabupaten Tuban. Acara tersebut berlangsung di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, Minggu (28/1/2024).
Kegiatan ini berlangsung meriah. Mulai lomba cipta menu, santunan, hingga donor darah. Selain itu, Sekda Tuban Budi Wiyana turut membuka acara tersebut. Peringatan Hari Gizi ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes P2KB) Esti Surahmi, Ketua DPC Persagi Tuban Suswati.
Baca Juga : Bertemu dengan Warga Jember, SBY Bandingkan Dua Periode Kepemimpinannya dengan Masa Jokowi
Dalam sambutannya, Sekda Tuban Budi Wiyana memberikan apresiasi terhadap Persagi Tuban, yang telah menggelar rangkaian acara semarak Hari Gizi Nasional ke-64. Ia mengajak semua anggota Persagi untuk terus menunjukan eksistensi dan komitmen melalui berbagai macam program kesehatan, utamanya masalah stunting.
“Masalah stunting cukup pelik di Kabupaten Tuban, untuk itu peran ahli gizi sangat dibutuhkan,” terang Budi Wiyana.
Menurutnya, melalui lomba cipta menu, lalu sosialisasi tentang pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi terhadap ibu hamil, calon ibu hingga anak, bisa mengurangi angka prevalensi tersebut. “Apalagi, potensi peternakan dan perikanan yang dimiliki Kabupaten Tuban, menjadi salah satu sumber protein hewani pencegah stunting,” imbuhnya.
Sehingga, pihaknya berharap penanganan stunting tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun semua stakeholder termasuk Persagi harus lebih masif melakukan kampanye pemberian makanan bergizi.
“Persagi harus bisa memberi masukan terkait hal ini, bagaimana strategi jangka panjang mengenai pemberian gizi yang baik untuk masyarakat,” harap dia.
Karena baginya, sinergi dengan pemerintah sangat dibutuhkan untuk optimalisasi program pengurangan angka stunting. Sebab, berdasarkan pada angka prevalensi stunting di Kabupaten Tuban masih 24 persen, dan angka nasional saat ini adalah 20 persen.
“Maka dari itu Mas Lindra (Bupati Tuban) memasang target tahun ini bisa turun hingga ke angka 20 persen. Ini harus kita realisasikan bersama demi masa depan generasi kita,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kabupaten Tuban Suswati menjelaskan, melalui acara tersebut dirinya mengajak masyarakat menyadari pentingnya gizi untuk pembangunan bangsa.
“Sebab, dengan kondisi saat ini angka prevalensi stunting di Kabupaten Tuban masih cukup tinggi,” ungkap Suswati.
Sehingga, program pemberian makanan tambahan kaya nutrisi dan protein hewani untuk anak, serta suplemen gizi untuk ibu hamil merupakan langkah integral mengurangi stunting di Kabupaten Tuban.
Baca Juga : Safari Politik ke Jember, SBY Minta Caleg Demokrat Tak Banyak Umbar Janji
Kemudian, ia juga turut mengingatkan akan tugas besar para ahli gizi di Kabupaten Tuban untuk ikut mengurangi angka stunting. Apalagi, angka stunting ditargetkan 14 persen untuk tingkat nasional, sedangkan di Tuban diharapkan bisa mencapai angka 20 persen.
“Kandungan gizi ASI akan berkurang sekitar 30 persen saat anak usia 6-8 bulan dan akan terus berkurang seiring bertambahnya usia anak. Jadi, anak harus diberi asupan protein hewani dengan kadar yang cukup dan dibarengi dengan ASI,” pungkasnya.
Sumber Berita : beritajatim.com
Iswahyudi02

