Suara Jember News, Jember – Nelayan Puger yang berada di Kecamatan Puger, Jember mengalami beberapa kendala saat melaut. Mereka mendapat kendala setelah hendak pulang melaut.
Beberapa minggu terakhir ini kandas saat akan pulang. Karena setelah melintas di plawangan yang dikenal ekstrem itu masih terjebak.
Baca Juga : Kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio Di Wilayah Kelurahan SumbersariI ( Season 3)
Sebab, muara sungai bedadung mulai dangkal. Sehingga nelayan yang menggunakan perahu banyak yang kandas.
Akibatnya anak buah kapal (abk) harus sigap dan langsung turun. Sehingga hanya nahkodanya saja yang tetap dikemudi setir perahunya.
Tak jarang, ketika masih banyak perahu yang kandas di muara sungai bedadung, nelayan yang siap-siap melintas di plawangan memilih berputar-putar ditengah laut.P
adahal nelayan lain juga sama sama ingin ikan hasil tangkapan semalam itu segera bisa sampai ke tempat pelelangan ikan (tpi) Puger.
Nahkoda sudah berusaha agar perahunya bisa keluar dari muara sungai. Tetapi masih tetap kandas.
Sehingga abk terpaksa turun dan mencari akal agar perahunya bisa pulang. Bahkan abk juga berupaya dengan menggunakan tampar besar untuk ditarik. Tetapi usaha sia-sia sehingga menunggu air laut pasang.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, memang yang banyak terhebak atau kandas itu perahu karena berukuran besar. Kalau nelayan yang mencari ikan dengan jukung masih terlihat aman.
Baca Juga : Pelaksanaan Sub Pin Polio di Desa Jatimulyo
Catur salah satu warga yang juga setiap hari mengantar orang ketempat wisata kucur atau pemancing mengatakan, muara sungai memang sudah dangkal.
“Nelayan yang pulang pagi sejak pukul 05.00 sudah mulai kandas. Bahkan ada yang kandas hingga satu jam bahkan lebih. Kalau yang gunakan jukung lancar,” katanya.
Sumber Berita : radarjember.jawapos.com
Iswahyudi02

