Suara Jember News

Peternakan Bumi Sanggar Jaya Jember Sulap Kotoran Ayam Jadi “Green Product”

Suara Jember News : Keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitasnya, tetapi juga oleh kemampuan membangun identitas merek dan menjangkau konsumen. Pesan tersebut menjadi fokus dalam Pelatihan Branding dan Marketing Ec-Cocomp Block yang diselenggarakan di Peternakan Ayam Petelur Bumi Sanggar Jaya, Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Ika Dewi Sumiati, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember, sebagai upaya meningkatkan kapasitas mitra dalam mengembangkan sekaligus memasarkan produk ramah lingkungan berbasis limbah peternakan.

Ec-Cocomp Block merupakan media tanam berbahan dasar kompos kotoran ayam, eco-enzyme, dan cocopeat yang dikembangkan sebagai green product bernilai ekonomi. Selain membekali mitra dengan keterampilan produksi, tim pengabdian juga memberikan pendampingan mengenai strategi branding dan pemasaran agar produk mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

k

Sesi branding dipandu oleh Muhammad Syamsu Dhuha, kreator konten sekaligus pemilik kanal YouTube Maharunika, yang membagikan pengalaman praktisnya dalam membangun citra produk melalui media digital. Berdasarkan pengalamannya sebagai content creator, ia menjelaskan bahwa branding tidak hanya berkaitan dengan logo atau kemasan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah produk mampu menyampaikan cerita, manfaat, dan keunggulannya kepada calon konsumen melalui konten yang menarik.

Ia menekankan bahwa media sosial kini menjadi salah satu instrumen pemasaran yang paling efektif bagi pelaku usaha, termasuk UMKM. Menurutnya, pemanfaatan platform digital secara konsisten dapat meningkatkan visibilitas produk, memperluas jangkauan pasar, serta membangun kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, mitra didorong untuk aktif membuat konten promosi yang informatif dan menarik, sekaligus tetap memanfaatkan promosi secara langsung melalui pameran, bazar, maupun kegiatan komunitas agar jangkauan pemasaran semakin optimal.

8

Selain berbagi pengalaman sebagai kreator konten, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai teknik fotografi produk, penyusunan identitas merek, pembuatan konten promosi, penentuan target pasar, serta strategi komunikasi pemasaran melalui berbagai platform media sosial. Materi tersebut diharapkan mampu membantu mitra peternakan memasarkan Ec-Cocomp Block secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan.

Pelatihan branding kemudian dilengkapi dengan materi pemasaran yang disampaikan oleh Rara Mustika Ningrum, M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai strategi pemasaran berbasis potensi lokal, penyusunan nilai jual produk, serta peluang pengembangan pasar agar Ec-Cocomp Block mampu bersaing sebagai produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi.

Ketua tim pengabdian, Ika Dewi Sumiati, S.Pd., M.Pd., berharap pelatihan ini tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga meningkatkan kemampuan mitra dalam membangun merek dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif. Dengan penguasaan strategi branding dan pemasaran digital, Ec-Cocomp Block diharapkan mampu menjadi produk unggulan hasil inovasi pengelolaan limbah peternakan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Exit mobile version