Suara Jember News, Jatim – Bulan suci Ramadhan di Masjid Agung Baiturrahman, Banyuwangi memiliki tradisi menarik seusai menggelar shalat tarawih berjamaah.
Sejumlah pengurus masjid membuka kotak besar berisi Al-Quran raksasa di lantai dua masjid tersebut.
Baca Juga : Begini Komentar Kepala KPwBI Jember Soal Pasar Murah
Mereka kemudian membacanya secara bergantian hingga khatam 30 juzz. Ya, Al-Quran raksasa ini dibuka dan dibaca untuk kegiatan tadarus hanya saat di bulan suci ramadhan tiba.
Tak seperti di masjid lainnya, masjid ini memiliki mushaf Al-Quran berukuran raksasa. Yakni memiliki panjang dan lebar 142 x 210 cm dengan berat mencapai 400 kilogram. Al-Quran raksasa ini hanya dibuka dan dibaca saat ramadhan tiba.
Ada sembilan orang sebagai personel saat tadarus berlangsung. Tujuh orang sebagai qori, sedangkan dua orang lainnya bertugas membuka lembaran Al-Quran.
“Alhamdulillah, kegiatan setelah shalat tarawih di Masjid Agung Baiturrahman ini adalah pembacaan Al-Quran atau tadarus dengan menggunakan al-quran raksasa,” ungkap Kordinator kordinator Majlis Semaan Al-Quran Masjid Agung Baiturrahman Ahmad Rifai.
Ahmad Rifai menceritakan, asalmu asal Al-Quran raksasa tersebut. Menurutnya, kitab suci berukuran jumbo itu tidaklah sembarangan.
Konon, penulisnya adalah warga Banyuwangi yang tinggal di Kecamatan Genteng. Bahan kertas yang digunakan berasal dari negeri Samurai, Jepang. Sedangkan tinta menggunakan spidol.
“Al-Quran raksasa ini asalnya dari Kecamatan Genteng, yang ditulis oleh H. Abdul Karim,” katanya.
Berdasarkan cerita, lama pengerjaan menulis tangan Al-Quran raksasa ini membutuhkan waktu enam bulan. Hingga kini, Al-Quran itu telah menjadi saksi sejarah di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi sejak 14 tahun silam.
Sejak saat itu, Al-Quran raksasa ini tak pernah libur dibaca saat bulan suci ramadhan tiba.
“Kegiatan penyerahan Al-Quran raksasa ini sejak tahun 2010, yaitu 5 September 2010, bertepatan 27 Ramadhan,” katanya.
Baca Juga : Keluh Kesah Petani Jember, Walau Gagal Panen, Enggan Beli Beras
Al-Quran raksasa ini dibaca mulai malam pertama puasa hingga hari 27 Ramadhan. Setiap malam para qori ini berhasil menuntaskan sebanyak 3 juzz.
Melihat ukurannya yang cukup besar butuh perawatan khusus agar kondisi dan warna dari tulisan ayat suci Al-Quran tetap baik. Pengurus masjid sepakat hanya dibaca saat bulan suci Ramadhan tiba.
Sumber Berita : Beritajatim.com
Iswahyudi02

