Site icon Suara Jember News

BAHAYA! Sungai Jompo Jember Sudah Dangkal, Warga Waswas

Suara Jember News, Jember – Kondisi Sungai Jompo yang melewati Jalan Nusa Indah, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, tepatnya di belakang Rumah Sakit Paru, mulai mengkhawatirkan.

Di sepanjang sungai itu sudah mengalami sedimentasi atau pendangkalan, akibat beberapa material yang terbawa aliran sungai saat banjir.

Baca Juga : Merapi Luncurkan 143 Kali Guguran Lava Selama Sepekan

Sejumlah warga mengaku, ketika debit air Sungai Jompo meningkat, luapannya bisa menggenangi rumah-rumah warga di bantaran sungai.

Apalagi di bagian sungai yang menikung, tepatnya di belakang rumah sakit.

Sedimentasi tampak jelas karena tumpukan lumpur yang mengendap setiap sungai banjir.

Kondisi ini juga menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan puluhan rumah warga sempat terendam saat hujan deras, beberapa tahun lalu.

Terlihat tumpukan tanah dan lumpur yang terbawa banjir bukan hanya di bagian hulu jembatan belakang rumah sakit.

Tetapi, juga bagian hilir.

“Sejak sungai belakang rumah sakit dilakukan pengerukan, sungai menjadi dalam dan lebar. Sekarang malah menumpuk dan sungai menjadi sempit, karena tumpukan tanah di kanan kiri,” kata Sri Lestari, warga Lingkungan Krajan, RT 003 RW 009, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang.

Nah, yang paling parah yaitu tumpukan tanah di belakang rumah sakit. Selain terdapat gundukan tanah, juga mulai ada tumbuhan seperti pohon pisang.

Akibatnya, ketika terjadi hujan deras hingga membawa sampah, akan tersangkut di pohon pisang itu.

Sehingga air sungai bisa meluap kalau terjadi hujan deras dan lama.

“Tingginya air yang masuk ke dalam dapur hingga 40 cm, karena posisi rumah dan dapur memang berada di bantaran Sungai Jompo,” kata Lestari.

Pihaknya meminta kepada pemkab untuk segera melakukan pengerukan kembali. Mengingat sekarang Jember sudah mulai turun hujan yang cukup deras dan lama. Warga sudah mulai waswas ketika melihat Sungai Jompo mulai dangkal kembali,” pungkasnya.

Sementara, itu Heru Wahyudi, Kepala SMPN 4 Jember, mengaku, ketika hujan deras dan lama hingga membuat Sungai Jompo itu meluap juga menjadi korban.

Kalau sungai banjir hingga meluap, 5 ruang kelas yang terendam. Kebetulan 5 ruang kelas itu agak rendah, sehingga airnya masuk ke ruang kelas.

Selain ruang kelas, juga terdapat 7 kamar mandi putra juga terendam.

“Air yang masuk ke ruang kelas itu sekitar 50 cm dan di kamar mandi itu hingga 1 meteran. Sungai belakang sekolah itu merupakan Sungai Rembangan dan menjadi satu dengan Sungai Jompo. Ketika hujan deras dan meluap airnya bisa dipastikan masuk ke ruang kelas yang di belakang paling rendah itu,” kata Heru.

Menurutnya, sudah setahun warga tidak kebanjiran walau hujan deras.

Baca Juga : Jasa Raharja Dan Korlantas Polri Serahkan Buku Pendidikan Lalu Lintas Kepada Pengajar Di Jatim

Tetapi, karena melihat Sungai Jompo mulai dangkal lagi, mereka khawatir karena di sepanjang sungai mulai dari belakang SMPN 4 Jember hingga di sekitar jembatan Rumah Sakit Paru kembali dangkal. “Harapannya dikeruk kembali,” katanya.

Sekadar informasi, banjir di lokasi paling parah pada tahun 2019. Air sampai masuk ke ruang kelas dan sebagian rumah warga.

Sumber Berita : radarjember.id
Iswahyudi02

Exit mobile version