Suara Jember News, Jember – Kesuksesan Bupati Jember Hendy Siswanto dalam sektor pertanian memang tidak bisa diragukan lagi. Terbukti, hingga saat ini Jember menjadi salah satu daerah penyangga ketahanan pangan. Bukan hanya untuk wilayah Jatim, tapi juga wilayah Indonesia. Selain itu, diketahui Jember juga menjadi salah satu daerah penyokong utama kekuatan ketahanan pangan yang didukung dengan potensi lahan pertanian dan perkebunan di Jember.
Dalam hal itu, bupati menegaskan bahwa Jember telah ditetapkan sebagai daerah swasembada dan ketahanan pangan oleh Gubernur Jatim pada 2022 lalu. Meskipun saat ini masalah pupuk di Jember masih jadi persoalan bagi petani. “Adanya persoalan itu kita tidak menyerah. Dengan kemampuan yang dimiliki, pemkab berinisiasi membangun pabrik pupuk organik untuk mengatasi masalah pupuk di Jember,” terangnya saat menjadi pembicara dalam program Special Interview di Kota Batu, Senin pagi (27/11) kemarin.
Baca Juga :DPRD Bersama Bupati Jember Tetapkan Perda APBD Tahun 2024
Terbukti, menjelang HUT ke-95 Jember, Pemkab Jember sedang membangun pabrik pupuk organik sebagai hadiah untuk seluruh warga Jember. Khususnya para petani. Hebatnya lagi, ketika pabrik itu sudah beroperasi, Bupati Hendy akan membagikan pupuk organik secara cuma-cuma. Tentunya awal untuk mengajak petani menggunakan pola tanam organik.
Rencananya, lanjut Bupati Hendy, merek pupuk organik asli Jember itu diberi nama Si Jempol alias Jember Pupuk Organik Lengkap. Hal itu menjadi upaya Pemkab Jember dalam mewujudkan Jember sebagai daerah daulat pangan. “Mereknya nanti akan diberi nama Si Jempol. Lewat Si Jempol akan kami wujudkan Jember daulat pangan,” ungkapnya.
Baca Juga : Jember Masuk Program 350 Unit Konversi Motor Listrik Dinas dari Kementerian ESDM RI
Terlebih, Pemkab Jember juga telah melaksanakan kegiatan sekolah lapang pada kelompok-kelompok tani. Dengan materi pembuatan pupuk organik maupun pestisida nabati. Diketahui saat ini ada 83 kelompok tani yang telah membuat pupuk organik dan telah diaplikasikan di anggota kelompoknya.
Ke depan diharapkan pelatihan tersebut bisa mengubah pola pikir petani Jember agar tidak bergantung pada pupuk kimia. Hal itu juga sebagai langkah persiapan ketika pabrik pupuk sudah siap, produknya bisa didistribusikan kepada petani. Mereka tidak kaget dengan penggunaannya yang mungkin berbeda dengan penggunaan pupuk kimia.
Sumber Berita : radarjember
dawa01

