Suara Jember News, Jatim – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat luas menyalurkan ide pembangunan kota, dengan turut serta pada perlombaan bertajuk “Inovasi Surabaya” atau “Inovboyo” tahun 2024.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad, melalui keterangan resmi, Minggu, mengatakan pembangunan kota di era modern harus ditunjang kekuatan rancangan pembangunan beserta solusi penyelesaian masalah di lapangan.
Baca Juga : KPU Jember: 6.341 Surat Suara Pemilu 2024 Rusak
“Inovasi ini adalah sesuatu yang membuat hal problem timbul di masyarakat bisa diselesaikan lebih cepat, lebih baik, lebih solutif,” kata Irvan.
Pendaftaran “Inovboyo” ini sudah dibuka per Januari 2024, melalui laman inovasi.surabaya.go.id. Inovasi yang terkumpul terlebih dahulu diseleksi oleh tim juri yang berasal dari kalangan akademisi perguruan tinggi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Setelah dilakukan proses penjurian, kemudian akan dipilih enam pemenang inovasi terbaik dan akan menerima uang pembinaan, trofi dan piagam dari Wali Kota Surabaya.
Selain masyarakat umum, pegawai Pemkot Surabaya juga diperkenankan mendaftarkan pada perlombaan tersebut.
Total ada tiga kategori yang diperlombakan, yakni seputar bidang digital yang meliputi teknologi berbasis website, mobile apps, big data, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Virtual Reality (VR).
Kategori kedua menyoal inovasi dan invensi bidang perekonomian. Kemudian kategori ketiga terkait teknologi non-ekonomi.
Dia menyebut kriteria perlombaan “Inovboyo” 2024 harus mengandung pembaruan pada seluruh atau sebagian unsur dari inovasi dan harus memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.
Artinya, kata dia inovasi yang tercipta tidak boleh mengakibatkan pembebanan atau pembatasan pada masyarakat yang tidak sesuai.
“Harus relevan dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemkot Surabaya dan harus dapat direplikasi,” ucapnya.
Baca Juga : Begini Cara Keluarga Pendeta Jusuf Natalan Bersama dan Mengalkulturasi Budaya di Madiun
Inovasi dari masyarakat luas nantinya diterapkan di sejumlah program Pemkot Surabaya, seperti penanganan lingkungan, sistem penerangan jalan umum (PJU), pendidikan, penanganan banjir, dan pengembangan pelayanan digital.
“Misalnya soal PJU agar bisa ditangani lebih cepat ketika mati, sistemnya menggunakan inovasi seperti apa. Jadi tergantung masyarakat, masalahnya apa yang timbul di masyarakat itu bisa diselesaikan,” ujarnya.
Sumber berita : antaranews.com
(frs)

