Breaking News

Suara Jember News, Jember – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Jember, Jawa Timur, merasa sendirian dalam bergerak. Mereka membutuhkan dukungan semua pemangku kepentingan, terutama pemerintahan daerah.

Ketua Badan Pengurus Cabang HIPMI Jember Restu Prayogi mengatakan, pihaknya memiliki prinsip bangkit dan berdaya bersama dengan semangat kolaborasi. “Kami membutuhkan semua stakeholder setidaknya untuk bersama-sama membangun perekonomian dan usaha mikro kecil menengah di Jember,” katanya, usai acara rapat kerja di Hotel Cempaka, Sabtu (13/1/2024).

Baca Juga : Bupati Hendy: Saya Sedih Kalau Calon dalam Pilkada Jember Sedikit

Apalagi, menurut Prayogi, UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia. “Saya yakin di Jember angkanya tidak jauh beda,” katanya.

“Tapi kami merasa sendirian. Tidak didukung secara penuh. Kami sudah datang ke DPRD, datang ke dinas-dinas untuk berkolaborasi. Tapi sampai hari ini kami belum mendapatkan respons yang cukup positif. Kami butuh dukungan luas dari pemerintah daerah untuk menjalankan program kami,” kata Prayogi.

Hipmi memiliki banyak gagasan yang hendak disumbangkan kepada Pemkab Jember. “Banyak hal, bukan hanya perizinan, tapi juga pemasaran, produksi, dan lain-lain. Permasalahan pengusaha cukup kompleks sebetulnya. Namun kami yakin dengan kebersamaan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada,” kata Prayogi.

Hipmi Jember ingin ada sosok pemimpin yang berpihak kepada pengusaha muda di kota ini. “Intinya kalau bisa juga tokoh muda, agar energinya bisa sejalan dengan Hipmi,” kata Prayogi.

“Kami tidak menyebutkan sosok. Tapi kami melihat yang pro atau mendukung perjuangan kami sebagai pengusaha muda. Yang mau bersama kami. Kita perlu ketahui, ceruk pemilih terbesar ada di usia muda, sebanyak 53 persen,” kata Prayogi.

“Sebagian besar anggota Hipmi adalah Gen Y dan Gen Z. Jadi kalau mau terpilih, baik-baiklah dengan pengusaha muda. Dampingi kami, dukung kami untuk bisa bersama-sama. Datanglah ke Hipmi. Hipmi akan membantu untuk memberikan sumbangsih yang baik untuk pasangan calon yang mau berjuang,” kata Prayogi.

Sementara itu, Abdus Salam, pengurus Badang Pengurus Daerah Hipmi Jatim berharap, pemerintah daerah bisa merangkul Hipmi di Jember dan mendukung iklim investasi yang bagik. “Hipmi butuh pendampiungan dari stakeholder,” katanya.

“Banyak menteri yang lahir dari Hipmi. Maka ketika Hipmi terabaikan, ini sangat disayangkan. Padahal dengan bergeraknya ekonomi di Jember, Hipmi wajib dilibatkan menjadi ujung tombak sebagai miniatur contoh bergeraknya ekonomi yang terstruktur baik,” kata Salam.

Baca Juga : PWI Jatim Minta Pers Jaga Profesionalitas Jelang Pemilu 2024

Menurut Salam, potensi ekonomi di Jember sangat besar. Dengan APBD sebesar kurang lebih Rp 4 triliun dan pendapatan asli daerah sekitar Rp Rp 600-700 miliar, banyak potensi yang bisa diangkat. “Dengan peran pemuda, PAD bisa Rp 1 triliun dengan membedah potensi yang ada, baik sektor pertanian, kerajinan, wisata, semua perlu berbarengan. Jadi Jember perlu digerakkan bersama-sama. Hipmi jadi generator utama,” katanya.

Salam mengingatkan, setiap pengusaha membutuhkan kepastian berupa regulasi saat berinvestasi, “Ketika itu tidak dipermudah, kita tidak ada kepastian ketika lakukan investasi. Mau investasi takut. Kita harus sering duduk bersama, antara pemerintah daerah dengan Hipmi. kalau perlu diadakan talkshow dan pertemuan dengan pemda, agar teman-teman ini merasa memiliki wadah untuk menyalurkan kapasitasnya,” katanya.

Sumber berita : beritajatim.com

(frs)

One thought on “Hipmi Jember Merasa Sendirian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »