Suara Jember News, Jember – Penambahan penerbangan pesawat perintis rute Jember-Madura dan sebaliknya secara resmi dimulai. Ini menandakan ada peluang besar yang bisa dibangun oleh Pemkab Jember dan beberapa pemerintah di tanah Madura.
Penerbangan rute Jember-Sumenep tambahan perdana telah dilepas pukul 10.40, Selasa (16/1), dengan delapan penumpang. Sedangkan untuk rute Sumenep-Jember, penumpang yang diterima baru tiga orang. Meski jumlahnya relatif sedikit, bisa jadi ke depan akan lebih banyak, mengingat ada banyak hal yang bisa dibangun. Misalnya membangun bisnis antara warga Jember dengan Madura.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus Wijaya menuturkan, pihaknya telah resmi melepas dan menerima penumpang dengan tambahan jadwal dari maskapai Susi Air di Bandara Notohadinegoro. Secara resmi, jadwal keberangkatan yang awalnya hanya Selasa, kini jadi Selasa dan Rabu.
Pemesanan tiket dilakukan seperti biasanya melalui website atau menghubungi pihak bandara. Sementara ini, data penumpang yang diterima Dishub hanya penumpang yang telah melakukan penerbangan. “Ada PT yang menangani maskapai, setelah penerbangan baru dikasihkan (data penumpang, Red),” jelasnya, kemarin.
Disebutkan ada delapan penumpang dengan tujuan Sumenep. Artinya, 67 persen penumpang dari 12 kapasitas kursi yang tersedia. Sedangkan dari Sumenep ke Jember hanya tiga penumpang atau 25 persen. Padahal, Dishub ditargetkan oleh Kemenhub minimal 80 sampai 90 persen penumpang pada penerbangan tambahan.
Baca Juga :Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1445 H Jatuh pada 11 Maret 2024
Agus mengatakan, berapa pun penumpang yang ada akan dievaluasi oleh Kemenhub. Fluktuasinya tetap dicatat dan dipantau. “Kami nanti akan diundang, yang penting saat evaluasi harus memenuhi target,” terangnya.
Pihaknya optimistis dan terus bekerja optimal untuk melakukan promosi di berbagai media, termasuk media sosial. Dijelaskan, terkait kerja sama paket wisata terintegrasi dengan Disparbud masih belum siap berjalan.
Adanya penambahan jadwal penerbangan dari dan menuju Sumenep via Bandara Notohadinegoro ini terbilang cukup berani. Sebab, melihat riwayat persentase penumpang pada semester kedua 2023 menunjukkan adanya penurunan.
Pesawat perintis Susi Air yang disubsidi oleh pemerintah pusat memiliki kapasitas 12 tempat duduk. Pada jadwal penerbangan tambahan hari Rabu, Pemkab Jember ditargetkan terisi sepuluh penumpang tiap flight. Jika dalam tiga bulan tak memenuhi, jadwal tambahan tersebut akan dihapus alias dibatalkan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus Wijaya menjelaskan, selama percobaan, Dinas Perhubungan RI melakukan evaluasi pemenuhan target yang telah ditentukan. Dengan target 60 sampai 90 persen. Jika rata-rata penumpang hanya 40 sampai 50 persen bahkan di bawahnya, akan dihapuskan. “Kalau tidak bisa memenuhi dalam tiga bulan akan dihapus,” jelasnya.
Baca Juga :Tanam Padi Kok Maju Mundur Dong !
Disebutkan, rata-rata penumpang pada semester pertama atau Januari hingga Juni 2023 rata-rata hampir penuh, 70–80 persen. Sedangkan pada semester berikutnya dilaporkan anjlok menjadi 40 sampai 50 persen. “Karena sekolah dan pesantren banyak yang libur,” tutur Agus.
Melihat kemungkinan yang sama, pihaknya bakal membuat terobosan baru. Tak hanya mengandalkan penumpang datang seperti biasanya. Seperti yang biasanya merupakan keluarga santri yang mondok di Jember. “Sekarang harus mencari tambahan penumpang dari wisata,” ucapnya.
Dikatakan, Dishub sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) untuk merancang paket wisata terintegrasi. “Sudah koordinasi dengan Disparbud, tinggal aplikasikan untuk lebih giat lagi,” pungkasnya.
Secara terpisah, Kepala Disparbud Jember Bambang Rudiyanto mengatakan, pihaknya masih dalam tahap mempersiapkan finalisasi paket wisata yang akan dijual. Nilai tambah untuk menggaet penumpang dengan pemasaran paket wisata tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kuota yang ditargetkan.
Sumber Berita :radarjember
dawa01

2 thoughts on “Peluang Besar Dibangun Jember dengan Madura, Penerbangan Perintis Dimulai”