Suara Jember News, Jember – Asa Persid Jember di babak 8 besar Liga 3 Jatim terhenti. Dalam laga penentuan melawan PSM Kota Madiun di Grup HH, Persid tumbang 1-2 (1-0).
Pada pertandingan yang digelar di Stadion R. Soedrasono, Kabupaten Pasuruan, tersebut, sejatinya Persid hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke babak selanjutnya
Namun, nasib sial itu terjadi di babak pertama. PSM Kota Madiun mendapatkan penalti dan menutup babak pertama 1-0.
Baca Juga : Pelantikan Dan pengambilan Sumpah Janji KPPS Desa Sruni
Harapan Persid akhirnya tiba. Tim berjuluk Macan Raung itu juga dapat penalti dan menyamakan kedudukan 1-1.
Namun, petaka kembali terjadi di menit 77 dari sundulan pemain PSM Kota Madiun. Gol itu sempat terjadi kontroversi. Pemain PSM Kota Madiun mengira terjadi pelanggaran dan langsung protes.
Beberapa pemain mengerubungi wasit asal Kota Kediri, Ismit Budi Asmoro. Tak berselang lama, Ismit bergerak menuju pinggir lapangan dengan memegang perut bagian kiri.
Protes terus berlanjut hingga permainan terhenti. Pada menit ke-88, wasit cadangan, Asenda Widha Adhyatama dari Kabupaten Tulungagung, menggantikan tugas wasit utama, Ismit. Namun, laga masih belum berlanjut.
Pada menit ke-97, Wasit Asenda melanjutkan pertandingan dan meniup peluit sembari menunjuk titik putih, yaitu tanda gol milik PSM Madiun disahkan. Hal ini membuat pemain Persid dan manajemen bingung.
Baca Juga : Camat Jenggawah Serbu Rumah Warga! Gak Bahaya Ta
Pelatih Kepala Persid Jember Misnadi Amrizal kecewa terhadap kepemimpinan wasit pada laga tersebut. Menurut Misnadi, keputusan wasit yang berubah setelah insiden itu menimbulkan banyak tanda tanya.
Terutama keputusan setelah pergantian wasit.
“Keputusan sudah tidak benar. Awal wasit memutuskan pelanggaran. Terkait kiper, seratus persen ketika body contact itu mutlak pelanggaran. Maka di situ diputuskan pelanggaran depan gawang. Tetapi, setelah ada protes, sampai wasit masuk ruangan dan berganti wasit, keputusan berubah,” jelasnya.
Misnadi menyesalkan keputusan tersebut. Dia mempertanyakan keputusan mengesahkan gol setelah ada insiden dan pergantian wasit. Padahal, kata dia, tidak ada regulasi yang menyebutkan ketika terjadi keputusan tiba-tiba bisa berubah.
“Wasit pertama kan sudah memutuskan pelanggaran, tidak terjadi gol. Tetapi wasit cadangan memutuskan saja golnya. Tidak ada aturannya seperti ini. Seharusnya wasit (cadangan, Red) meneruskan pertandingan. Kami tidak tahu, apakah selama pergantian wasit itu ada intimidasi atau kejadian lainnya di dalam locker room,” terangnya.
Baca Juga : Camat Jenggawah Pagi-Pagi sudah Di Sawah
Hasil keputusan itu membuat Persid Jember menarik diri dari lapangan.
Langkah itu diambil Misnadi karena menilai keputusan wasit tidak netral dan cenderung memihak.
“Dengan keputusan gol itu bukan mengajari jelek, tetapi setelah kami berkoordinasi, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan,” tambahnya.
Tentu kejadian ini tidak dibiarkan begitu saja. Manajemen Persid langsung melayangkan surat protes ke Pengawas Pertandingan dan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim. Persid kali ini harus menunggu tindak lanjut layangan surat tersebut.
Hingga berita ini selesai ditulis pukul 18.00, kemarin, belum ada keputusan resmi dari operator Liga 3 Jatim terkait layangan surat tersebut.
Sumber Berita : radarjember.jawapos.com
yaya05

One thought on “Viral Gol Kontroversi Lawan, Persid Jember Tersingkir di 16 Besar Liga 3 Jatim”