Suara Jember News, Jember – atau perundungan menimbulkan rasa trauma. Bahkan, membuat anak enggan sekolah lagi. Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Jember Joko Sutriswanto membenarkan perundungan itu bisa membuat anak tidak mau sekolah lagi.
Meski Jember telah mendapat predikat Kabupaten Layak Anak, tetapi perpeloncoan, perundungan, atau bullying masih kerap terjadi di sekolah. “Banyak korban bullying yang memiliki trauma psikis sehingga mereka tidak mau bersekolah lagi,” terangnya.
Baca Juga :Bupati Hendy Targetkan Jember KLA Kategori Utama, Akan Ada Taman Sahabat Anak
Seperti salah satu kasus nyata pada jumlah anak tidak sekolah (ATS) di 8 desa yang ada di Kabupaten Jember. Kasusnya paling banyak karena korban bullying. Hasil rekonfirmasi ATS 8 desa tersebut, dari 136 anak, sebanyak 91 anak memilih untuk melanjutkan sekolah di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
Joko menambahkan, 91 anak tersebut sebelumnya sudah ditawarkan untuk sekolah di pendidikan formal, tetapi mereka menolak. Sebagian besar mereka memilih untuk melanjutkan di pendidikan on formal. Sebab, masih ada trauma yang membekas, yakni sempat di-bully oleh temannya. “Ini nyata terjadi di Jember,” ungkapnya.
Selain itu, Joko juga menceritakan, di salah satu tempat home schooling yang ada di Jember, rata-rata siswa di sana memilih home schooling karena memiliki trauma. Trauma tersebut yakni menjadi korban bullying. “Ketika ditanya salah satu penyebabnya yakni karena di-bully dan gak nyaman sekolah di sana,” ungkapnya, kemarin (22/1).
Baca Juga :Jakpro Minta Warga Terdampak Pembangunan Infrastruktur Optimalkan Alternatif Hunian
Dengan home schooling, mereka mengaku lebih nyaman. Sebab, tidak ada perpeloncoan dan bullying. Terlebih sistem pendidikan home schooling dirasa lebih cocok, karena siswa bisa memilih guru yang sesuai dengan kepribadiannya. “Mereka lebih bebas dan lebih enjoy. Sehingga ilmu yang mereka serap mudah diterima oleh mereka,” ungkapnya.
Dari kasus yang sudah pernah terjadi, perbaikan sistem pendidikan tentu sangat diharapkan di Jember. Menindak tegas bullying merupakan suatu hal yang harus dilakukan. Sekolah harus bisa mendidik dan menciptakan generasi anti-bullying. Dengan begitu, sekolah ramah anak atau SRA di Jember akan terwujud secara nyata. (cad/c2/dwi)
Sumber Berita : radarjember
dawa01

One thought on “Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Jember Sebut Perundungan Bisa Membuat Anak Tak Mau Sekolah”