Suara Jember News, Nasional – Perekonomian DKI Jakarta menunjukkan kinerja yang stabil dan optimis di awal tahun 2024. Kinerja positif ini pun menopang akselerasi realisasi APBN Regional DKI Jakarta sepanjang bulan Januari 2024.
“Pada Januari 2024, pendapatan regional DKI Jakarta tercatat sebesar Rp141,28 triliun, tumbuh 1,77 persen secara tahunan. Sedangkan realisasi belanja tercatat sebesar Rp80,63 triliun, tumbuh 13,75 persen secara tahunan,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) DKI Jakarta Mei Ling dalam keterangan pers, Rabu (28/2/2024).
Baca Juga : Polres Malang Amankan Rapat Pleno Rekapitulasi Pemilu 2024
Dari sisi pendapatan, lanjutnya, bersumber dari penerimaan pajak sebesar Rp102,70 triliun dan penerimaan bea cukai sebesar Rp1,47 triliun. Sumber pendapatan lainnya adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang pada Januari 2024 tercatat sebesar Rp37,05 triliun.
Sedangkan dari sisi belanja sebesar Rp80,63 triliun sudah mencapai 5,03 persen dari pagu. Belanja sebesar itu meliputi belanja Bendahara Umum Negara (BUN) sebesar Rp51,63 triliun untuk pembayaran kontribusi jaminan sosial.
“Belanja kementerian dan lembaga (k/l) sebesar Rp28,23 triliun dan belanja Trasfer ke Daerah (TKD) realisasinya sebesar Rp795,55 miliar,” ucapnya. Untuk belanja k/l terdapat porsi sebesar 5 persen yang menjadi target kebijakan penyesuaian mandiri untuk antisipasi dinamika global.
Baca Juga : Jember Siap Wujudkan Kota Layak Anak Tingkat Utama
Sementara itu, gambaran perekonomian ekonomi Jakarta di bulan Januari 2024, laju inflasi tahunan tercatat 1,83 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tercatat 4,85 persen.
Namun untuk neraca perdagangan di bulan Januari 2024, mengalami defisit sebesar USD2,56 miliar. Defisit berasal dari nilai impor tahun 2023 sebesar USD5,92 miliar, sedangkan ekspor di Januari 2024 sebesar USD3,36 miliar.
Sumber : rri.co.id
