Baca Juga : SMK TELKOM MALANG, Salah Satu Sekolah IT Terbaik
Hasti menambahkan, lingkungan juga mempunyai peran penting. Lingkungan yang baik akan membuat pengunjung merasa nyaman. Selain itu, pembangunannya juga harus berkelanjutan. Sebab, pariwisata harus direncanakan tidak untuk satu atau dua tahun saja.
Sementara itu, dosen Prodi Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej), Pandu Satriya Hutama, mengatakan, wajar bila wisata mengalami penurunan. Menurutnya, pariwisata adalah industri yang mudah naik dan turun. “Suatu destinasi wisata pasti akan mengalami fase-fase dari mulai inisiasi pembentukan awal, berkembang, stagnan, kemudian mengalami penurunan atau malah mengalami kenaikan,” katanya saat dihubungi.
Masih menurut Pandu, lemahnya pemahaman terhadap segmen pasar menjadi penyebab redupnya pariwisata. Selain itu, pelaku wisata kadang tidak memiliki jejaring kerja sama dengan berbagai pihak untuk pemasaran produk. “Kadang produknya juga tidak update, hanya ikut-ikutan dengan pesaing.
Baca Juga : Kabupaten Nganjuk : Keindahan Alam dan Kekayaan Budaya di Jantung Jawa Timur
Misalnya membangun kolam renang. Tapi, tidak memiliki ciri khas yang ditonjolkan. Ditambah lagi belum ada tata kelola kelembagaan dan SDM yang baik,” ujar pria yang mengampu mata kuliah water tourism tersebut.
Pandu pun menambahkan, harus ada analisis pasar untuk mengenali kebutuhan konsumen.
Sumber Berita : radarjember.id
iswahyudi02
