Suara Jember News, Jember – Kemegahan ratusan tugu berbagai perguruan pencak silat di Kabupaten Ponorogo tidak akan dibongkar.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memberikan solusi yang lebih bijak dan lebih elegan. Ratusan tugu yang mayoritas dengan gambar lambang perguruan silat itu, bakal diubah dengan Pancasila.
Hal itu dinilai lebih solutif dan tidak mubadzir dari pada harus dibongkar. Sebab, solusi mengganti dengan merubah menjadi Pancasila itu, lebih mengakomodir berbagai kepentingan. Melaksanakan himbauan yang dikeluarkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur (Jatim) dan meredam ketidakpuasan dari warga berbagai perguruan silat dengan diubah menjadi tugu Pancasila, yang menjadi simbol dasar negara Indonesia.
Baca Juga : Peran Serta Dishub Kabupaten Jember Dalam Pengalihan Arus Pada Giat Tajemtra – 2023
“Tembok tugu tetap berdiri, tetapi wajah diganti dengan Pancasila,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Senin (27/11/2023).
Solusi itu muncul, tak kala Bupati Sugiri mengetahui informasi bahwa pembangunan tugu itu merupakan inisiatif warga perguruan sendiri. Dengan jerih payah, para warga perguruan silat ini sedikit demi sedikit mengumpulkan uang untuk mendirikan tugu perguruan silat itu. Mereka rela mengumpulkan uang itu, saking bangganya dengan perguruan silat yang diikutinya. Bahkan pengurus perguruan silat tingkat pusat pun, kata Sugiri tidak mengetahui upaya atau pengorbanan tersebut.
“Teman-teman untuk membuat tugu itu urunan (patungan-red), pusat paling tidak tahu itu. Kalau langsung dirobohkan, dan mengetahui jerih payah keringat teman-teman yang rela mengumpulkan uang, rasane kok gan mentolo (rasanya kayak tidak tega-red),” katanya.
Baca Juga : Warga Kelurahan Gebang Siskamling Bersama Lurah Dan Camat Patrang
Dengan amanat dari Bakesbangpol Jatim yang harus dipenuhi, supaya tidak menjadi pemicu warga terkotak-kotak beda perguruan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mendorong tugu-tugu itu untuk dihibahkan kegagahan lambang perguruan dengan diganti Pancasila. Sehingga tidak ada lambang yang lebih besar dibandingkan Pancasila.
“Secara nilai, ini tidak mengurangi harkat dan martabat perguruan silat. Malah lebih dahsyat, berbagai perguruan silat di Ponorogo menjadi pemersatu karena suport terhadap berdirinya tugu-tugu Pancasila di Ponorogo,” katanya.
Perubahan tugu perguruan pencak silat ini, direncanakan akan dimulai bulan Desember ini. Biaya pergantian tugu perguruan pencak silat ke tugu Pancasila ini, biayanya akan disubsidi oleh Pemkab Ponorogo. Dengan demikian, akan ada ratusan tugu Pancasila di bumi reog.
“Tidak hanya kota reog, Ponorogo juga akan terkenal dengan kota Pancasila, saking banyaknya tugu Pancasila. Bisa jadi rekor MURI ini nanti,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, beberapa bulan lalu ada himbauan terkait pembongkaran tugu perguruan silat, yang dikeluarkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur (Jatim).
Sumber Berita : beritajatim.com
yaya05

One thought on “Tugu Pencak Silat Di Ponorogo Tidak Dibongkar, Diganti Pancasila”