Breaking News

Suara Jember News, Nasional – Institut Teknologi Bandung (ITB) belum lama ini menjadi perbincangan jagat media sosial (medsos), karena memberi layanan pinjaman online (pinjol) bagi mahasiswa yang tak mampu membayar uang kuliah tunggal (UKT).

Adanya kejadian di ITB ditaggapi langsung oleh Plt. Diktiristek Kemendikbud Ristek, Prof. Nizam.

Menurut Prof. Nizam, Kemendikbud Ristek mengingatkan misi PTN, yakni untuk menyediakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif.

Sumber Berita :Keseruan Malam Minggu di Desa Jatimulyo

Prof. Nizam menegaskan, tidak boleh lagi ada anak yang tidak dapat melanjutkan kuliah karena alasan ekonomi.

Dia meminta agar kampus mencari solusi skema pendanaan yang baik, aman, dan tidak menambah masalah ekonomi mahasiswa.

“Lalu, agar bisa melindungi mahasiswa dari jeratan utang,” kata dia dalam keterangannya, Senin (29/1/2024).

Prof. Nizam menegaskan, pemerintah lewat Kemendikbud telah menyediakan dukungan kepada mahasiswa lewat KIP Kuliah.

Hal itu agar mahasiswa yang tidak mampu tetap kuliah dan memperoleh pendidikan.

“KIP Kuliah jumlah dan sasarannya bertambah setiap tahun, itu harus bisa dinikmati oleh mahasiswa,” jelas dia.

Sumber Berita :Surabaya Terapkan Parkir Non Tunai di 1.370 Titik 1 Februari 2024

Dia menyebut, anggaran KIP Kuliah mencapai Rp 11,7 triliun pada 2023. Dana itu diberikan kepada 893.005 mahasiswa.

Sedangkan pada 2023, anggaran KIP Kuliah mencapai Rp 13,1 triliun untuk 964.946 mahasiswa.

Dukungan melalui KIP Kuliah, lanjut dia, tentu tidak dapat mencukupi semua hal. Maka dari itum dia berharap agar kampus dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan pendanaan lewat gotong royong semua pihak.

Sumber Berita : kompas.com

dawa01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »