Suara Jember News, Jatim – Persebaya Surabaya berkirim surat ke PSSI. Surat dengan nomor 127/PT.PI-III/2024 ini ditujukan kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Persebaya meminta ketum PSSI untuk mengambil langkah-langkah yang diperkukan dan terukur terkait pertandingan Persebaya vs PSS Sleman pada Minggu, 3 Maret 2024.
Ada dua poin yang diminta Persebaya untuk mendapat perhatian serius dari PSSI. Pertama, terkait aksi pemain PSS Sleman Wahyudi Hamisi yang melakukan tindakan keras dan mengarah mencederai lawan. Tetapi wasit hanya memberikan kartu kuning.
Baca Juga : Jember Job Fair Tahun 2024 Sediakan 1.237 Lowongan Kerja
” Pemain dengan nomor punggung 33 ini melakukan tindakan keras dan mengarah mencederai lawan pada menit ke-19. Dimana dengan dalih merebut bola, dia dengan sengaja menendang kepala pemain Persebaya Bruno Moreira yang saat itu terjatuh. Dan wasit yang berada di depan kejadian ini hanya memberikan kartu kuning. Apa yang dilakukan Wahyudi Hamisi ini termasuk kategori Violent conduct, yang harusnya layak dikartu merah,” jelas Sekretaris Persebaya Ram Surahman dalam rilisnya kepada media.
Kedua, Kepempimpinan wasit Ginanjar Rahman yang kurang tegas dan cenderung abai dalam menerapkan law of the game. Akibatnya, pertandingan berjalan keras dan menjurus kasar.
Baca Juga : Polres Jember Terima Penghargaan Atas Penanganan Kasus Lakalantas
” Beberapa kali harus terhenti karena insiden antar pemain kedua tim. Bisa dilihat dari keluarnya 11 kartu kuning di pertandingan ini. Sebanyak 6 kartu kuning untuk pemain PSS Sleman dan 5 kartu kuning untuk pemain Persebaya Surabaya,” lanjutnya.
Kejadian ini seperti mengulang momen horor pada Kompetisi Liga 1 tahun 2018/2019, dimana Wahyudi Hamisi yang saat itu bermain untuk Borneo FC melakukan pelanggaran mematikan pada Robertino Pugliara di Stadion Gelora Bung Tomo. Tackling dua kaki yang dilakukan membuat Robertino Pugliara tidak bisa melanjutkan karir sepakbola.
