Breaking News

Suara jember News, Jember – Suhu panas setiap hari yang kita rasakan merupakan salah satu dampak dari pemanasan global. Untuk menguranginya, dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam mencintai lingkungan. Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni dengan melakukan penanaman pohon.

WANITA itu sedang sibuk merawat tanaman di halaman rumahnya yang asri. Terdapat berbagai jenis tanaman serta pohon-pohon yang cukup rindang di halaman rumahnya. Kecintaannya pada tumbuhan membuat dirinya suka mengoleksi berbagai macam tanaman.

Kecintaannya pada tumbuhan dan lingkungan juga membawa wanita bernama Yuliati ini menjadi Ketua Himpunan Pegiat Adiwiyata Kabupaten Jember. Melalui himpunan tersebut Yulia semakin aktif melakukan kegiatan berbau cinta lingkungan.

Baca Juga : Jember Masuk Program 350 Unit Konversi Motor Listrik Dinas dari Kementerian ESDM RI

Beberapa kali Yulia melakukan penanaman pohon di berbagai daerah dan sekolah. Menurutnya, melalui penanaman pohon banyak manfaat yang bisa ia petik. Seperti menanam pohon dapat menyerap zat-zat beracun dan mengurangi efek rumah kaca. Tidak perlu banyak, dengan menanam satu pohon bisa menyumbang oksigen ke lingkungan sekitar. “Bumi ini membutuhkan kasih sayang kita. Jika kita menjaga bumi pasti bumi menjaga kita,” ucapnya.

Sambil menyirami beberapa bunga anggrek miliknya yang tampak mekar dan warna-warni itu, Yulia melanjutkan ceritanya. Di antara penanaman pohon yang pernah dia lakukan, ada momen yang paling berkesan di hidupnya saat penanaman. Momen itu terjadi saat dia menanam pohon di Pondok Pesantren Baitul Hikmah.

Banyak hal yang membuatnya terkesan. Pertama, karena bibit pohon tersebut merupakan jenis pohon yang langka dan berharga. Kedua, bibit tersebut disumbangkan langsung oleh Wakil Wali Kota Malang. “Yang paling membuat saya senang, beberapa bulan lalu saya berkunjung kembali ke ponpes tersebut dan melihat pohonnya tumbuh subur dan sangat rindang,” jelasnya.

Baca Juga : Camat Arjasa Menghindari Worshop Jurnalis Tangguh Bencana Kabupaten Jember 2023

Pohon yang ditanamnya itu bernama pulai. Tanaman pulai merupakan jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan dari akar, batang, hingga daunnya. Selain itu, tanaman pulai juga tidak merusak paving tanah. Sehingga cocok ditanam di segala jenis kondisi permukaan tanah. “Paling berkesannya lagi, tanaman ini dapat dijadikan obat untuk segala jenis penyakit,” tambahnya.

Saat ini, sebenarnya penanaman pohon sangat dibutuhkan. Melihat sudah semakin luasnya pemanasan global di bumi tercinta ini. Kesadaran masyarakat sangat diperlukan sekarang. Untuk menumbuhkan kesadaran itu, saat ini dibutuhkan penggerak di setiap wilayah ataupun desa. Tanpa adanya penggerak, masyarakat tidak akan mau melakukan penanaman pohon secara rutin. “Penanaman pohon seperti ini merupakan sebuah bentuk panggilan hati. Ini perlu dukungan dari pemerintah selain komunitas,” pungkasnya.

Sumber Berita : radarjember

dawa01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »