Breaking News

Suara Jember News, Jember – Semakin banyaknya anak-anak muda yang tak tertarik terjun ke dunia pertanian menggelitik PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Tbk.Perusahaan yang salah satunya bergerak dalam budidaya kedalai edamame di Jember ini meluncurkan program petani milenial.Yakni dengan mendidik anak-anak muda untuk terjun langsung ke pertanian khususnya budidaya edamame. Ini terungkap dalam media visit PT ANJ ke Jawa Pos Radar Jember siang tadi. Nita Janita Brand and Marketing Communication PT ANJ mengatakan, industri pertanian lebih-lebih di Jember sangat potensial.Di Jember, selain membudidayakan edamame, ANJ juga mengembangkan okra.

Khusus kedelai edamame, jika selama ini yang orang tahu hanya diekspor ke Jepang, ANJ ternyata sudah mulai masuk pasar India. Tahun 2023 lalu ANJ sudah masuk India dengan tiga kontainer edamame frozen kedelai dari Jember. Tahun ini, karena pasar India sangat prospek, akan terus ditambah kuantitas ekspornya.

Selain itu, pasar Asia juga menjadi prioritas. Antara lain Malaysia dan Singapura. “Pasar disana sangat meminati produk kami,” tukas Nita. Tentu ini mambanggakan. Sebab, ANJ mampu terus melakukan penetrasi pasar lyar negeri. “Lebih-lebih untuk India kami masuk dengan harga premium,” tambahnya.

Baca Juga :Cegah Polio di Desa Cangkring Jenggawah

Untuk pasar domestik permintaan juga terus naik. Kondisi ini tentu berdampak baik pada petani-petani mitra.Sebab, dengan makin banyaknya permintaan, akan berkorelasi langsung terhadap pendapatan petani mitra. Ujung-ujungya mampu memberikan dampak ekonomi ke Jember.

Hanya saja, saat ini ANJ seringkali masih terbentur ketersediaan lahan dan masih kurangnya petani mitra. Ini dikarenakan, petani tradional yang kebanyakan sudah berusia tua, lebih mwmilih menanam padi atau tembakau. Banyak dari mereka yang kurang berminat budidaya edamame meski pasar menjanjikan. Alasannya lahan mereka terbatas.

Mereka enggan memperluas lahan tanam meski pendanaan akan dibantu pihak ANJ. Melihat kondisi ini, ANJ berinisiatif membina anak-anak muda untuk dijadikan petani milenial. Mereka diajak bermitra untuk menangani budidaya edamame sejak penyiapan lahan sampai panen. Segala biaya akan disupport pihak ANJ. Tentu setelah perusahaan melakukan studi kelayakan.Untuk pengelolaan disiapkan aplikasi bernama Sigap.

Lewat aplikasi ini perhitungan-perhitungan biaya, waktu pemupukan maupun perawatan-perawatan lain bisa dikontrol dan diterapkan secara sistematis. Sehingga, kemungkinan gagal panen maupun tak optimalnya hasil bisa ditekan. “Mudah banget. Dan ini cocok untuk anak-anak milenial,” tukas Nita.

Baca Juga :Danau Toba Masuk Rekomendasi New York Times sebagai Destinasi Wisata Pilihan 2024

Dia berharap dengan program ini banyak anak-anak muda yang tergerak untuk menjadi petani. Sebab, petani milenial itu tidak lagi identik dengan tiap hari ke lahan dan membanting tulang di sana. “Tapi lebih ke me-manage usaha pertanian sejak penyiapan lahan sampai panen. Panen langsung kami tampung hasilnya. Tak perlu pusing mikir jualannya,” kata Nita. Saat ini cukup banyak anak-anak muda yang sudah bermitra. Banyak pula dari mereka yang berhasil. Karena itu, ANJ akan terus mengembangkan program ini.

Sehingga, anak-anak muda tak lagi melihat pekerjaan sebagai petani itu tidak menarik. Sebaliknya, mereka menjadi antusias. “Jika demikian kita tak khawatir lagi anak-anak muda itu jauh dari dunia pertanian,” pungkas Nita.

Sumber Berita : radarjember

dawa01

One thought on “ANJ Bikin Program Petani Milenial di Jember

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »