Suara Jember News, Nasional – Ribuan warga di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) terdampak banjir luapan Sungai Tuntang. Banjir kali ini merupakan yang terbesar. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Endang Sulistyoningsih menyebut air bah tersebut merupakan kiriman dari Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.
“Mendadak, air kiriman dari Salatiga khususnya yang lewat Sungai Tuntang, Kedungjati terus turun ke bawah sampai Gubug. Terus ada kiriman dari Kabupaten Semarang lewat aliran Sungai Jragung,” katanya kepada JPNN.com, Selasa (6/2).
Baca Juga : Survei Lokasi Monev
Pihaknya belum bisa menyebutkan kedalaman air karena luasan banjir kiriman tersebut terus bertambah. Kendati begitu, Endang mengatakan, warga yang terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
“Kondisi warga sudah pada diungsikan di tempat-tempat aman, sementara di rumah-rumah warga yang agak tinggi dan fasilitas-fasilitas di sekitar lokasi,” ujarnya. Kini, pihaknya telah menyiapkan dapur umum untuk keperluan logistik.
Nasi bungkus sebagai sarapan warga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak. “Logistik untuk dapur umum sudah kami siapkan. Namun, nasi bungkus untuk sarapan sudah tersedia,” katanya. Termasuk, pihaknya menyebut akan memberikan bahan pangan bagi para warga yang bisa memasak untuk keperluan logistik di pengungsian.
Baca Juga : Sosialisasi Alokasi Dan Penyaluran Pupuk Subsidi Desa Glagahwero Kecamatan Kalisat
“Harap bersabar karena jumlahnya sangat banyak. Jadi selama warga ada yang bisa memasak kami kasih bahan logisitik,” ujarnya. Pihaknya mengimbau masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terkait kondisi banjir yang saat ini masih terjadi maupun cuaca.
Banjir luapan Sungai Tuntang melumpuhkan jalan provinsi penghubung Semarang-Grobogan. Akibat limpasan banjir tersebut, jalur provinsi tersebut sementara ini ditutup. Rekayasa lalu lintas dialihkan melalui Jalur Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Demak.
Sumber Berita : jateng.jpnn.com
yaya05
