Suara Jember News, Jatim – Pemerintah Kabupaten Blitar telah mengoperasikan 10 bus sekolah gratis untuk para siswa. Namun nampaknya bus gratis itu, belum bisa jadi solusi atas mahalnya biaya akomodasi sekolah.
Dari data yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, 10 bus sekolah gratis tersebut hanya bisa mengangkut 40% dari total murid yang ada di Bumi Penataran. Artinya masih ada sekitar 60% murid yang harus mengeluarkan biaya pribadi untuk berangkat menuju sekolah.
Meski terlihat sedikit namun jika dikalkulasi secara keseluruhan biaya dari 60% siswa yang belum ter-cover bus sekolah ini mencapai miliaran rupiah dalam setahun. Hal ini tentu memberatkan bagi orang tua siswa.
Baca Juga :Unmuh Jember Minta Pelanggaran Etik Distop, Petisi Kritik Jokowi Dinilai Bukan Representasi Kampus
“Kalau soal mengkaver kebutuhan itu sekitar 40% saja, karena yang di luar jalur bus gratis ini masih menggunakan angkutan umum ada yang di antar jemput seperti itu,” kata kata Agus Santoso, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, Kamis (08/02/24).
Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar pun mengakui bahwa armada bus sekolah yang dimiliki belum bisa mengcover semua wilayah. Bukan tidak mau namun keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh dinas perhubungan membuat pengadaan bus sekolah menjadi terbatas.
“Yang pertama kita menyesuaikan dulu dengan jumlah siswanya terus yang kedua ya karena keterbatasan anggaran makanya kami juga menyesuaikan jumlah busnya,” imbuhnya.
Jumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Blitar sendiri mencapai 37.000 orang. Sementara untuk murid SD berjumlah 48.000 orang.
Jumlah tersebut terbilang cukup banyak jika dibandingkan dengan ketersediaan armada bus sekolah gratis yang hanya berjumlah 10 unit. Tentu jumlah bus yang ada tidak akan cukup untuk mengangkut seluruh siswa yang ada di wilayah Kabupaten Blitar.
Baca Juga :Benda ODCB, Nasibmu Kini, Ada Yang Dititipkan Di Pekarangan Warga Jember
Meski demikian Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tetap mengapresiasi langkah dari pemerintah dan dinas perhubungan untuk menyediakan bus sekolah gratis. Masjid tidak bisa mengcover secara keseluruhan namun keberadaan di sekolah gratis ini akan meringankan sebagian wali murid yang ada di Kabupaten Blitar.
“Tentu belum bisa mengcover secara keseluruhan tapi kita apresiasi karena ini bisa meringankan beban sebagian wali murid ya dan perlu dilakukan peningkatan memang untuk mengcover secara keseluruhan,” Kata Adi Andaka, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. [owi/aje]
Sumber Berita : beritajatim
dawa01
