Suara Jember News, Jember – Ada pemilik sawah bernama Ashari yang jarang membeli beras.
Sawah itu oleh Ashari ditanami padi.
Baca Juga : Peternakan Ayam di Desa Cangkring
Hasil panen yang biasa dia dapat mencapai 4 ton dalam jangka waktu empat bulan.
Namun, ketika hama datang, padi pun terserang penyakit dan panen hanya mencapai 8 kuintal.
Dirinya juga mengaku hanya mengonsumsi beras 4 kuintal dalam jangka waktu 4 bulan.
Dengan begitu, dia tidak perlu membeli beras ke toko.
Menurutnya, petani yang memiliki sawah, jika tidak menjual hasil panen seluruhnya, makan tidak akan kekurangan beras.
Bahkan, tanpa bantuan dari Bulog pun akan tetap memiliki beras.
Namun, padi yang ditanam harus dengan perawatan yang intens agar tidak terkena hama penyakit.
“Pupuk subsidi saat ini langka, sudah jarang ditemui. Tetapi, perawatan padi harus tetap baik,” paparnya.
Agar hama pergi, Ashari membeli racun hama seharga Rp 600 ribu untuk menghilangkannya. “Bagi kami yang hanya petani, kadang kesulitan membeli racun itu,” jelasnya.
Pria dua anak tersebut juga jarang mendapatkan bantuan beras dari pemerintah, sehingga tidak merasakan beras bantuan.
Baca Juga : Kebun Pepaya Menjanjikan di Desa Sruni
Untuk menunjang ekonomi keluarganya, selain menyiasati pemakaian beras hasil panennya sendiri, dia juga bekerja menjadi buruh di gudang tembakau.
Iswahyudi02
