Suara Jember News, Jember – Sekilas jika kita melihat perhelatan Jember Fashion Carnaval mata kita akan terpesona dengan indahnya kostum yang dikenakan oleh model.
Ketua Yayasan JFC, Budi Setiawan Kamis (25/1/2024) menyampaikan bahwa kostum yang dipergunakan oleh model diharuskan 20 persennya ada bahan daur ulang.
Baca Juga : BI Jember Optimistis Inflasi Tetap Terkendali 2,5 Persen Pada 2024
” Keindahan kostum JFC inti ada proposi yang kami terapkan yaitu 20 persen bahan yang dipergunakan adalah bahan dari daur ulang , kalau tidak sesuai syarat maka tidak akan di nilai dalam penjurian kostum ” ujar Budi Setiawan Kamis (25/1/2024).
Unsur daur ulang tersebut merupakan salah satu bentuk kepeduliam JFC akan lingkungan sekitar.
” Dari awal JFC muncul kami memang concern terhadap bahan – bahan daur ulang, seperti kostum ini bahannya dari plastik yang dibuat belanja kepasar, ada juga dari karton dan kardus bekas , ada dari bahan plastik air minum ” papar Budi Setiawan.
Kostum JFC yang begitu indah tidak akan menyangka bahwa 20 persennya dari bahan daur ulang.
” Memang ini merupakan buah pemikiran dam krearifitas desainer dalam mengolah daur ulang sedemikian rupa ” lanjut Budi Setiawan.
Ide Jember Fashion Carnaval diwujudkan oleh perancang busana dan pendidik lokal dan founder Alm Dynand Fariz. Awalnya, pekan mode bertema dunia yang dikenal dengan nama Pekan Mode Dynand Fariz diadakan pada tahun 2001.
Baca Juga : Puting Beliung Hajar Kaliwates Jember, Puluhan Pohon Tumbang dan Rumah Rusak
Pada tahun 2002, pekan mode tersebut diadakan di sekitar kota Jember. Hal inilah yang menginspirasi terciptanya Jember Fashion Carnaval. Jember Fashion Carnaval yang pertama dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2003.
Yang mana tanggal tersebut sama dengan hari berdirinya Kota Jember. Disusul dengan Jember Fashion Carnaval lainnya pada bulan Agustus 2003. Sejak itu karnaval diadakan pada bulan Agustus.
Sumber Berita : rri.co.id
(frs)

3 thoughts on “Ketua Yayasan JFC : Bahan Kostum JFC Diutamakan Ada Unsur Daur Ulang”