Suara Jember News, Jatim – Angin puting beliung yang menerjang kawasan wisata Alun-alun Kota Pasuruan membuat salah satu payung Madinah patah. Payung patah membuat panik warga yang sedang berada di bawahnya.
Peristiwa terjadi pada Minggu (21/1/2024) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu banyak warga yang berdatangan untuk swafoto atau berteduh.
Tiba-tiba payung Madinah yang dibangun pada tahun kemarin patah dan hampir tertimpa warga yang berada di bawahnya. Tidak ada petugas dari Pemkot Pasuruan saat kejadian berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Wawali Kota Pasuruan, Adi Wibowo mengatakan bahwa dirinya sudah mendapatkan laporan langsung saat payung patah. Bahkan dirinya menugaskan Kadispora untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Baca Juga : Jadi Lokasi Wisata Dadakan, Kebun Karet Glantangan Jember Ramai Pengunjung di Akhir Pekan
“Ada satu payung saat terbuka, payungnya patah. Tapi ini lagi dalam masa pemeliharaan, jadi kontraktornya masih bertanggung jawab,” kata Adi.
Adi juga mengatakan telah mendapat usulan dari pihak kepolisian agar faktor keselamatan diperhatikan. Dikarenakan payung Madinah sudah menjadi salah satu ikon di Kota Pasuruan sehingga banyak warga yang berdatangan.
Jika hal ini kembali terjadi maka dikhawatirkan akan menimbulkan korban jiwa. Pihak kepolisian menyarankan agar ada sensor yang bisa mendeteksi angin dan payung bis amenutup secara otomatis.
Baca Juga :Besok Ada Sholawat Bersama di Alun-alun Jember, Simak Rekayasa Arus Lalin Ini
Payung Madinah yang berada di Alun-alun Kota Pasuruan masih menggunakan alat secara manual. Meski di dalamnya sudah ada sensor yang tertanam namun masih belum bekerja secara maksimal.
“Kalau lihat kejadian tadi berarti mungkin kurang peka sensornya, jadi tidak menutup. Ini juga menjadi evaluasi karena cuaca juga buruk,” tutupnya. [ada/but]
Sumber Berita : beritajatim
dawa01
