Suara Jember News, Jenggawah, Jember – Para Petani di Kecamatan Jenggawah menngungkapkan beberapa masalah yang dihadapi oleh mereka.
Dari penanaman hingga panen ada beberapa masalah yang dihadapi oleh mereka, seperti hama contohnya ulat, wereng, dan belalang. Akan tetapi masalah tersebut telah dapat mereka atasi dengan mudah.
Baca Juga : Tanaman Okra di Desa Cangkring Jenggawah
Selain hama, harga dan subsidi pupuk juga menjadi masalah yang cukup sulit dihadapi oleh mereka dalam merawat tanamannya.
Mereka merasa bahwa harga pupuk yang berbeda-beda di berbagai tempat membuat mereka kesulitan dalam membelinya.
Terutama bagi petani padi yang akan panen, mereka mengaku bahwa harga pupuk yang tidak merata sangat mempengaruhi hasil panen mereka.
Selain itu, petani juga mengungkapkan bahwa mereka merasa pemberian subsidi dari pemerintah juga masih kurang. Hal ini membuat petani kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Beberapa petani mengatakan bahwa mereka mau tidak mau harus membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang lebih tinggi, karena subsidi yang diberikan kurang mencukupi.
Ketidakmerataan harga pupuk dan keterbatasan subsidi pupuk menjadi masalah serius bagi petani di kecamatan Jenggawah.

Masykuri, salah satu petani padi yang sawahnya sedang dipanen juga mengungkapkan bahwa hasil panen di sawahnya kurang maksimal karena harga pupuk yang relatif mahal.
Karena hasil dari panen tersebut akan dijual ke perusahaan untuk mencukupi kebutuhan sehari hari. Yang mana, ketika hasil panen kurang maksimal maka penghasilan mereka juga berkurang.
Mereka berharap pemerintah dapat mengatasi masalah ini dengan mengatur harga pupuk agar lebih merata di seluruh daerah.
Baca Juga : Camat Jenggawah Serbu Rumah Warga! Gak Bahaya Ta
Selain itu, batas pembelian pupuk subsidi juga perlu diperluas agar petani dapat memenuhi kebutuhan pupuk mereka dengan lebih mudah.
Dengan demikian, petani di kecamatan Jenggawah dapat lebih fokus pada proses pertanian dan meningkatkan hasil panen mereka. (frs)
