Suara Jember News, Jatim – Progres proyek pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) Manyar Gresik, masih tetap sesuai schedule. Perusahaan smelter terbesar di dunia itu, akan melakukan tes commissioning awal tahun 2024, sebelum beroperasi secara bertahap di kuartal pertama tahun depan.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, progres smelter saat ini diperkirakan mencapai 83 persen. PTFI terus menyelesaikan beberapa pekerjaan guna penyelesaian konstruksi fisik pada akhir Desember 2023.
“Awal tahun 2024 kami akan melakukan
pre-commissioning dan commissioning untuk memastikan seluruh peralatan dan fasilitas berfungsi,” katanya, Selasa (28/11/2023).
Baca Juga :Viral Penerjun Payung Nyantol Antena Rumah Warga Blitar
Masih menurut Tony Wenas, dirinya
optimistis proyek pembangunan smelter akan selesai sesuai jadwal. Dalam pembangunan smelter kedua ini, PTFI menanamkan investasi USD 2,9 miliar, atau setara Rp 43 triliun per akhir Oktober 2023, dari total anggaran US$3 miliar.
“Harapan kami relaksasi ekspor konsentrat tembaga dapat terus diberikan sampai smelter tersebut beroperasi penuh,” ujarnya.
Setelah beroperasi penuh lanjut dia, smelter mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt) dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600 ribu ton per tahun untuk mendukung program hilirisasi nasional.
Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat berkunjung ke proyek smelter di Gresik menyatakan pihaknya siap mendukung kebutuhan operasi PTFI di Gresik.
“Kami berikan dukungan yang diperlukan, termasuk perpanjangan untuk peraturan izin ekspor (tembaga),” paparnya.
Baca Juga : Bupati Jember Cairkan Ribuan Insentif Guru Ngaji dan Bantuan Dana Hibah
Dirinya juga mengapresiasi perkembangan pembangunan smelter kedua PTFI yang diharapkan segera beroperasi penuh sehingga mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di sekitar smelter.
“Saya senang melihat perkembangan pembangunan smelter sudah mencapai 80% lebih. Saya kira ini membanggakan karena dipimpin anak-anak negeri. Konsentrat tembaga dikelola di sini secara bertahap dan kita punya saham mayoritas,” pungkasnya.
Sumber Berita : beritajatim
dawa01
