Breaking News

JEMBER,SJNews – Kegiatan Sosialisasi Perundang undangan Bidang Cukai, Bertempat di Warung Kembang Desa Pancakarya Kecamatan Ajung dalam Rangka Mensosialisasikan Undang Undang No 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagai mana telah dirubah dengan Undang Undang no 39 tahun 2007  Selasa (30/05/2023).

Kegiatan ini di hadiri oleh Kepala Desa sekecamatan Ajung, Perangkat desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama , Pedagang, Unsur TNI/POLRI dan SatuanPolisi Pamong Praja.

Kegiatan ini dihadiri Kurang Lebih 100 Orang Peserta, dengan Raundawn 1.Pembukaan, 2.Sambutan, 3.Acara Sosialisasi, 4.Tanya jawab, 5.Penutup.

Dalam sambutan nya Bapak camat Ajung Bapak Arlindo Ginting Menyampaikan Bahwa Khusus wilayah Ajung dari 7 desa ini kami Berkomitmen Untuk Pro aktif memberikan Sosialisai kepada Masyarakat Ajung khususnya agar tidak Menggunakan Rokok Ilegal, demi Menjaga kesehatan kita sendiri .

Selaku camat saya juga meminta kepada Para Undangan yang hadir bisa Menyampaikan Hasil dari Sosialisasi secara ketuk tular biar masyarakat paham apa sih yang di namakan Rokok Ilegal, Pungkasnya.

Bpk Edi Susilo Selaku Kepala Bakesbangpol yang Juga Merangkap  Plt Kepala Satpol PP dengan didampingi Kasi Pembendaharaan Bea Cukai Bapak Arif Sebagai Nara Sumber dalam Rangka Sosialisai Peredaran Rokok Ilegal.

Bapak Plt Kasat Pol PP menjelaskan terlaksananya acara Sosialisasi ini agar Masyarakat Mengetahui Bagaimana Bahayanya menkomsusi Rokok Ilegal , jangan Asal Ngebul ungkapnya,

Rokok Ilegal ini tidak pernah Melakukan Uji Labotarium yang jelas tidak tahu kadar TAR nya berapa takarannya yang tidak berbahaya apabila di Konsumsi, Kalau Rokok Legal sudah Jelas Takarannya dan sudah di Uji di Laboratorium.

Jadi saran saya mari kita gunakan Rokok yang Legal demi Menjaga Kesehatan kita, Pungkasnya.

Sementara Bapak Arif selaku Kasi Pembendaharaan Bea Cukai Mengatakan Sosialisai ini sangat penting kita laksanakan agar Masyarakat paham tentang bahayanya Menkonsumsi Rokok Ilegal dan mengajak masyarakat agar tidak membeli Rokok yang tidak ada Bandrolya  Alias Rokok Ilegal Tegasnya.

Kalau kita beli Rokok Ilegal Pastinya keuntungan hanya untuk Penjual saja, tapi sebaliknya apabila kita beli Rokok  Ilegal maka secara Langsung Uang akan kembali kepada Masyarakat dalam bentuk DBH CT yang keperuntukannya 50% untuk kesejahteraan masyarakat, 40 % Kebutuhan Kesehatan, 10% Bidang penegakan Hukum.

Lanjut Arif sasaran yang kita bidik dalam rangka Mengurangi Peredaran Rokok adalah Pembuat dan Pengedar.(Sunarto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »