Suara Jember News, Jember – Status level III (siaga) menjadi gambaran yang tepat terhadap kondisi Gunung Semeru Lumajang saat ini.
Aktivitas vulkanik yang masih terus dikeluarkan menjadi tanda kewaspadaan tak boleh diturunkan. Apalagi periode pengamatan Rabu (24/1/2024) diketahui terjadi dua kali erupsi dalam kurun enam jam.
Erupsi pertama dilaporkan terjadi pada pukul 07.25 WIB dengan ketinggian kolom letusan yang teramati mencapai 700 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal menuju arah utara. Amplitudo maksimum 22 milimeter berdurasi 97 detik juga terekam di seismograf saat erupsi itu terjadi.
Baca Juga : VIRAL Gol Kontroversi Lawan, Persid Jember Tersingkir di 16 Besar Liga 3 Jatim
Kemudian, erupsi kedua dilaporkan kembali terjadi pada pukul 08.55 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati mencapai 800 meter dari puncak gunung.
Kolom abu yang dimunculkan diketahui berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut.
Amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter dengan durasi 110 detik terekam seismograf.
Sementara itu, berdasarkan laporan periode pengamatan dari pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Teramati terjadi 8 kali letusan dengan tinggi asap 300 sampai 800 meter berwarna putih kelabu dan condong menuju arah barat laut – utara.
Baca Juga : Pelantikan Dan pengambilan Sumpah Janji KPPS Desa Sruni
Tentunya aktivitas tersebut bukan menandakan statusnya berubah menjadi bahaya bagi penduduk lereng semeru.
Melainkan sebagai alarm peringatan agar selalu siaga dan waspada dengan potensi bahaya yang sulit di prediksi.
“Jadi, masyarakat dihimbau agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer. Begitupun dengan aktivitas di sekitar tepi sungai/sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Pasalnya berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar,” terang, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Sigit Rian Alfian.
Sumber Berita : radarjember.jawapos.com
yaya05

One thought on “Update Gunung Semeru, Dua Kali Erupsi Dalam Enam Jam”