Suara Jember News : Bertempat di Gedung Wahya Wibawa Graha Pendopo Pemerintah Kabupaten Jember, Rabu, 06 Agustus 2025 diselenggarakan Rapat Koordinasi dan Pembentukan Panitia Konferensi Nasional dengan mengusung tema Dari Bumi Tapal Kuda Menuju Nusantara Sejahtera.
Kegiatan ini secara spesifik akan mengarah kepada kegiatan disektor Pangan, Energi Hijau, Pertambahngan ramah Lingkungan, Digitalisasi Koperasi, Lingkungan Hidup dan Kesehatan Masyarakat.

Acara diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat Barisan Andalan Kesetiakawanan Pengentasan Kemiskinan (BAKTI TASKIN) dengan menghadirkan Bupati dan Walikota se Tapal Kuda, meliputi Kabupaten Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo dan Kota Probolinggo. Hadir juga tokoh lokal maupun nasional dan pihak kampus, diantaranya kalangan akademisi dari Universitas Jember, Universitas Islam Negri KH. Achmad Siddiq Jember, Politeknik Jember, Universitas Muhammadiyah Jember dan Universitas Abdur Rachman saleh Situbondo. Tampak hadir KH. Baiquni Purnomo mewakili Tokoh Agama dari Kabupaten Jember dan beberapa tokoh cendekiawan dan pengusaha lainnya.

Pada acara pembukaan, Suntoro yang merupakan Sekretaris Umum Bakti Taskin Pusat memberikan laporan bahwa acara ini diselenggarakan untuk mempersiapkan Konferensi Nasional yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan khususnya di Daerah Tapal Kuda dan diseluruh Indonesia pada umumnya. Juga untuk membentuk kepanitiaan yang nantinya akan melaksanakan acara konferensi ini dengan sebaik-baiknya. Suntoro juga menyampaikan aspirasi beberapa pihak yang mengusulkan Istri Bupati Jember, yaitu Ghita Eka Puspita sebagai Ketua Panitianya dengan para istri Bupati setapal kuda sebagai Wakil Ketuanya
Dalam sambutannya Bupati Jember, Muhammad Fawait, SE, MSc menyampaikan terimakasih bahwa Jember telah dipilih sebagai tempat acara ini dan pernyataan kesiapan Gus fawait sapaan akrab Bupati Jember apabila Konferensi Nasional akan diselenggarakan di Kabupaten Jember. Selamat Datang di Kota Jember Nusantara. Penghasil Kopi dan Coklat yang cukup terkenal bukan saja di Indonesia bahkan ke beberapa Manca Negara dan dengan cerutunya yang tidak kalah rasanya dengan cerutu dari luar negri.

Menjawab permintaan para pihak yang diwakili oleh Suntoro, Gus fawait siap dan bersedia mendukung setiap langkah panitia bahkan secara pribadi menyetujui apabila istrinya Ning Ghita didapuk menjadi Ketua Panitia Konferensi Nasional. Bahkan Gus fawait merasa senang karena acara ini bertujuan sangat baik dan mulia yaitu untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrim di tapal kuda khususnya di Kabupaten Jember.

Konferensi Nasional ini sangat diperlukan untuk menyatukan visi seluruh komponen bangsa dalam menyelamatkan Potensi Sumber Daya Alam Indonesia yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat yang pada ahirnya akan mengentaskan kemiskinan di Negara kita. Bersatu Tanpa Batas, Berdaulat Tak Terbatas.
