Suara Jember News, Nasional – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyatakan telah mengumpulkan 13,4 juta data pelaku koperasi dan UMKM di Indonesia. Demikian diungkapkan Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM, Siti Azizah, Rabu (27/3/2024).
“Selama dua tahun kami melakukan survei dan saat ini kami sudah punya data cukup sebagai awalan,” ujarnya. Kegiatan ini merupakan amanat Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 7/2023 tentang basis data tunggal koperasi dan UMKM.
Baca Juga : Pemkab Pamekasan Buka Posko Pengaduan THR 2024
Pada 2022, survei dilakukan di 240 kabupaten dan kota di 34 provinsi seluruh Indonesia. Sementara pada 2023, Kemenkop UKM bekolaborasi dengan BPS melakukan survei di 215 kabupaten dan kota di 32 provinsi.
Hasilnya, pada 2022 Kemenkop UKM telah mengumpulkan 9,1 juta data pelaku koperasi dan UMKM. Sedangkan pada 2023 telah berhasil dikumpulkan 4,3 juta data pelaku koperasi dan UMKM.
Meski begitu, Azizah mengakui bahwa belum semua pelaku koperasi dan UMKM terdata secara lengkap. “Karena itu, kami terus berusaha menambah data yang diperkirakan mencapai sekitar 4 juta pelaku koperasi dan UMKM,” ujarnya.
Azizah menjelaskan survei mencakup tujuh aspek seperti identitas usaha, marketing, proses produksi, pembiayaan, manajemen organisasi, logistik, dan SDM. Sedangkan data yang diperoleh masih didominasi pelaku koperasi dan UMKM di Pulau Jawa.
Baca Juga : Kejari Jember Musnahkan Barang Bukti 83 Kasus
“Kami melakukan survei langsung, sehingga tantangannya adalah infrastruktur akses menuju lokasi dan narasumber,” ujarnya. Hingga saat ini dapat 59 kabupaten dan kota di 12 provinsi yang belum sempat terdata.
Terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau seperti Kepulauan Mentawai(Sumatra Barat), Maluku, Kepulauan Riau, dan Papua. “Jadi kami akan terus bergerak karena diharapkan seluruhnya bisa selesai pada tahun ini,” kata Azizah.
Sumber : rri.co.id
