Breaking News

Suara Jember News, Jember – Ruang kelas di 437 SMP dan SD negeri di Jember telah mengalami kerusakan cukup lama. Selama tahun 2023, selain dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK), dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) jadi andalan pembiayaan perbaikan beberapa sekolah. Meski tak tuntas pada tahun 2023, tahun depan proses perbaikan akan tetap berlanjut. Tentunya dengan alokasi APBD 2024.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyebutkan, dari 2.854 lembaga pendidikan, masih terdapat kurang lebih 437 lembaga yang kondisi ruang kelasnya rusak atau rusak berat. Kondisi tersebut akan tetap menjadi konsentrasi untuk prioritas perbaikan pada tahun berikutnya. “Namun, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” kata bupati.

Baca Juga : SMK Telkom Malang, Pelopor Sekolah IT Di Indonesia

Saat ini Pemkab Jember dan DPRD Jember sedang membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024. Bupati menegaskan perhatian Pemkab Jember yang menjadikan bidang pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Hal itu sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Bupati Hendy menjelaskan, nantinya perbaikan gedung sekolah bakal dilakukan secara bertahap. Menurut bupati, beberapa bangunan sekolah rusak itu sebagian merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya. Dengan total sebanyak itu, Bupati Hendy mengaku bahwa Pemkab Jember belum siap merenovasi semuanya. “Namun, tetap akan kami prioritaskan tahap-tahap renovasi sesuai dengan kemampuan anggaran daerah,” imbuhnya.

Baca Juga : Wisata Alam Silowo Tuban Viral di Media Sosial, Jernihnya Air Sungai dan Fasilitas Kano Ini Jadi Unggulan

Lebih lanjut, Bupati Hendy menjelaskan, sebagian APBD Jember 2021 lebih diprioritaskan untuk perbaikan jalan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 900 miliar. Tahun 2022, anggaran sudah mengecil dengan kisaran 100 sekolah yang sudah dibangun. “Tapi, sisa yang rusak masih banyak. Jadi, menunggu anggaran selanjutnya,” kata Hendy.

Menurut Bupati Hendy, jika dilihat dari APBD yang dimiliki Jember, sebenarnya bisa untuk merenovasi semua sekolah yang rusak. Namun, konsekuensinya sektor lain jadi terabaikan. Untuk itu, agar seluruh sektor bisa tersentuh, maka konsep pembangunan yang dilakukan yakni monitoring secara perencanaan.

Sumber Berita : radarjember

dawa01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »