Suara Jember News, Jember – LAIN halnya dengan Yayang Sekar Kinanti, sosok milenial yang juga kolega dari Shinta Ayu Ashari. Perempuan 21 tahun ini menilai, tak selamanya kaum hawa itu berada di bayang-bayang kata lemah.
Sekar meyakini, perempuan bisa membangun eksistensinya sendiri dan independen. “Jangan termakan stigma bahwa perempuan itu lemah dan sebagainya, karena sebenarnya perempuan bisa melakukan hal-hal hebat, dan tidak akan dipandang lemah,” katanya.
Baca juga :SMAN 2 Jember Hadirkan SisiKitaa Dalam Prabandhakara 2024
Sekar juga berpendapat, keterlibatan milenial dalam kontestasi politik seringkali dianggap sebagai penyumbang golongan putih terbanyak atau golput.
Bagi, sikap apatisme seperti itu justru akan semakin memperkuat stigma miring terhadap milenial. Termasuk ke kalangan perempuan.
Baca Juga :Gibran soal Penampilan Debat: Ofensif atau Tidak, Saya Kembalikan ke Pemirsa
“Politik itu bagi saya penting, tanpa politik, negara mau jadi apa? Lebih-lebih sebagai generasi penerus, ya milenial harus bersuara juga, dan tak lupa perlu terus mengasah kemampuan. Jadi, kita perempuan bisa membuktikan bahwa kita bisa dan independen,” pungkas Alumnus Universitas Dian Nuswantoro Semarang itu. (mau/nur)
Sumber Berita : radarjember
dawa01

One thought on “Yakini Bisa Bangun Eksistensi, Ogah Disebut Kaum Hawa sebagai Penyumbang Golput”