Breaking News

Suara Jember News, Jatim – Untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM), Dinas Kesehatan Kota Kediri menggandeng kader Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) untuk memonitoring dan deteksi dini faktor resiko PTM.

Upaya ini, sekaligus bertujuan meningkatkan kapasitas Kader Posbindu dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Baca Juga : Harga Beras Naik Dipasaran, Petani Jember Justru Merugi

Bahkan, Dinkes Kota Kediri juga membekali para kader dengan ilmu dan pengetahuan yang diberikan melalui pembinaan, seperti sosialisasi deteksi dini kesehatan indera yang digelar Rabu (21/2/2024) di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Muhammad Fajri Mubasysyir melalui  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hendik Suprianto dalam kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa kegiatan pembinaan pada kader Posbindu ini bertujuan untuk memberikan motivasi, ilmu dan pengetahuan tentang deteksi dini gangguan indera.

Sebagai garda terdepan Dinkes yang tersebar di setiap Kelurahan dan berhubungan langsung dengan masyarakat, Hendik berharap kader Posbindu bisa memberikan edukasi pada masyarakat dan dapat melakukan deteksi dini PTM khususnya gangguan indera.

“Dengan adanya kader Posbindu ini, kita bisa mendeteksi lebih awal PTM, sehingga pemeriksaan juga dapat dilakukan lebih awal dengan berkoordinasi dengan penanggungjawab gangguan indera di Puskemas yang ada diwilayah kerja masing-masing,” jelasnya usai membuka kegiatan pembinaan  yang diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari kader Posbindu dan Pj Indera UPTD Puskesmas se-Kota Kediri.

Dijelaskan juga oleh Hendik, adapun gejala adanya gangguan penglihatan yaitu penglihatan kabur atau buram, kesulitan melihat objek jauh atau dekat, gangguan penglihatan pada malam hari, sensitivitas terhadap cahaya terang, penglihatan ganda atau berbayang, mata merah, iritasi, atau peradangan, nyeri mata dan kehilangan lapangan penglihatan.

“Jika ditemukannya gejala ataupun tanda-tanda gangguan indera oleh masyarakat, mereka dapat menghubungi Posbindu di masing-masing kelurahan atau langsung datang ke Puskesmas terdekat,” katanya.

Baca Juga : Desa Kemuningsari Kidul Kembali Cegah Polio

Sementara itu, Isnawati kader Posbindu Kelurahan Ketami mengaku, sangat senang dengan adanya kegiatan pembinaan ini. Menurutnya dengan pembinaan tersebut ia menjadi lebih tahu dan paham tentang gangguan indera, sehingga ia dapat menjalankan tugasnya dalam mendeteksi dini gangguan indera dengan lebih baik lagi.

“Alhamdulillah ilmu pada hari ini sangat bermanfaat. Insyaallah dengan pembinaan ini tidak hanya saya, tapi kader yang lain juga akan lebih paham lagi apa itu gangguan indera dan cara deteksi dini gangguan indera ini,” katanya.

Sumber : rri.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »