Suara Jember News, Jember – Pencoblosan Pemilu 2024 sudah selesai. Kegiatan penertiban alat peraga kampanye (APK) pada hari tenang pun tuntas. Tapi, sisa APK berupa kayu nyatanya tidak dibersihkan. Hal itu merusak pemandangan kota dan menyakiti pohon. Sebab, kayu APK itu dipaku pada pepohonan.
Ketua World Cleanup Day Indonesia (WCDI) Jember Parmuji mengatakan, pihaknya sudah memprediksi akan muncul sampah baru di masa pemilu. Sebab, beberapa titik ada banner untuk mempromosikan partai ataupun caleg tertentu.
Baca Juga :LUDES! Pos Awe-Awe di Jalur Gumitir Jember Dibakar Orang Tak Dikenal
Namun, saat masa tenang dengan penertiban APK, justru tidak bersih seutuhnya. “Tapi, masih ada sampah kayu-kayu APK. Apalagi, kayu APK itu dipaku pada pohon, sehingga merusak dan menyakiti pohon itu,” sesalnya.
Oleh karena itu, WCDI Jember mengajak bersih-bersih sisa APK yang masih menempel di berbagai pohon. Bersih-bersih sisa APK direncanakan setelah situasi pemilu tidak memanas.
Baca Juga :Pertemuan Rutin TP PKK Kecamatan Jenggawah Bulan Februari
“Selambat-lambatnya pertengahan bulan Maret. Karena saat ini masih dalam situasi yang mencekam, sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan bersih-bersih secara serentak,” jelasnya.
Dia berharap agar rencana bersih-bersih sisa APK disambut dengan baik oleh masyarakat. Sehingga, menjadi gerakan bersama untuk bersih-bersih sisa APK dan menyehatkan kembali pepohonan. (mg2/c2/dwi)
Sumber Berita : radarjember
dawa01
