Breaking News

Suara Jember News, Jatim – Kabel listrik di Alun-alun Kota Blitar semrawut. Di sisi timur alun-alun Kota Blitar, kabel listrik yang mengalir ke kios-kios pedagang terlihat kendur sehingga berbahaya

Kondisi itu pun tentu membahayakan pengunjung titik nol Kota Blitar. Para pengunjung yang berjalan di area pejalan kaki pun terpaksa menunduk saat melewati kabel kendur tersebut.

Baca Juga : Syukuran di Rumah Pak Kades Jatimulyo Setelah Pelaksanaan Imunisasi Sub Pin

Selain membahayakan pengunjung dan pejalan kaki, kabel kendur tersebut juga merusak keindahan dari alun-alun Kota Blitar yang baru saja direnovasi.

“Ini sudah lama deh kayaknya, ini kendur membahayakan. Kalau saya ya takut,” kata Diah, pengunjung alun-alun Kota Blitar, Senin (22/1/2024).

Menurut warga, kondisi kabel yang kendur ini sudah terjadi selama beberapa hari belakangan. Kondisi ini pun tentu mengkhawatirkan sekaligus membahayakan pengunjung alun-alun Kota Blitar.

“Ya seharusnya dirapikan lah. Karena Alun-alunnya kan sekarang sudah bagus, masak kabelnya semrawut,” tegasnya.

Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar akan berkoordinasi dengan PLN untuk segera merapikan kabel yang semrawut tersebut. Pihaknya juga akan segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi kabel yang kendur dan membahayakan pengunjung.

“Kita koordinasikan dengan PLN khususnya yang terkait dengan kabel yang digunakan di alun-alun Kota Blitar,” kata Tjatjuk Indihartati, Kepala DLH Kota Blitar.

Baca Juga : SMAN 2 Jember Hadirkan SisiKitaa Dalam Prabandhakara 2024

Sepintas kabel yang kendur dan membahayakan pengunjung alun-alun Kota Blitar merupakan milik PLN. Namun pihak PLN Blitar masih akan memastikan apakah itu kabel listrik PLN atau kabel penerangan jalan umum (PJU).

“Akan kami cek oleh petugas ke lokasi, apakah itu kabel PLN atau kabel PJU,” kata Ocgik Wahyu Dewanto, Manajer ULP PLN Blitar.

Sumber Berita : beritajatim.com
Iswahyudi02

One thought on “Kabel Listrik di Alun-alun Blitar Semrawut, Berbahaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »