Breaking News

Suara Jember News, Jatim – Tahun 2024, nampaknya petani di Kabupaten Ponorogo bersiap menangis. Hal ini menyusul prediksi bakal kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Pasalnya, jatah pupuk subsidi di Ponorogo tahun ini dipangkas atau kuotanya berkurang dari tahun 2023 lalu.

Tentu ini akan menjadi pukulan telak bagi petani di bumi reog. Dimana selama ini mereka sudah istiqomah berjuang keras untuk menghasilkan bahan pangan.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Jamin Stok BBM dan LPG Aman

Data Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, ada 2 jenis pupuk subsidi yang diajukan lewat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di bumi reog. Yakni pupuk Urea usulannya untuk tahun 2024 sebanyak 36.509 ton, dan pupuk NPK sebanyak 39.145 ton.

“Kalau bicara pengajuan, dari RDKK itu, yang masuk lewat e-RDKK, usulan kita untuk Ponorogo jenis Urea 36.509 ton dan NPK 39.145 ton,” kata Kabid Sarana Prasarana Pertanian Dipertahankan Ponorogo, Tamar Mahara, Selasa (09/01/2024).

Namun, jika dilihat dari usulan rdkk itu, jumlah realisasi tahun 2024, jauh panggang dari api. Alokasi pupuk subsidi tahun 2024 di Kabupaten Ponorogo untuk jenis Urea sebanyak 18.633 ton. Sedangkan realisasi pupuk subsidi jenis NPK sebanyak 10.994 ton. Jika diprosentase, realisasi pupuk subsidi tahun 2024 itu, untuk pupuk jenis Urea 51 persen dari jumlah usulan RDKK. Sementara realisasi pupuk subsidi untuk jenis NPK 28 persen dari jumlah usulan RDKK.

Realisasi 2 jenis pupuk subsidi untuk tahun 2024 itu pun juga jumlahnya berkurang, jika dibandingkan realisasi 2 jenis pupuk subsidi itu pada tahun 2023 lalu. Tahun lalu, Kabupaten Ponorogo dapat jatah pupuk subsidi jenis Urea sebanyak 28.943 ton. Sementara untuk pupuk subsidi jenis NPK sebanyak 14.840 ton.

Tamar menjelaskan pengurangan jatah pupuk subsidi di Kabupaten Ponorogo ini, merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat. Sebab, dana untuk pupuk subsidi dari Pemerintah di APBN dikurangi. Sehingga jumlah realisasi pupuk subsidi di Ponorogo juga ikut dikurangi.

“Kenapa terjadi pengurangan, ya karena dana pupuk subsidi dari Pemerintah di APBN dikurangi,” katanya.

Namun, dengan fakta tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tidak tinggal diam. Tamar menyebut bahwa pihaknya akan mengusahakan untuk memenuhi kekurangan kebutuhan pupuk di Ponorogo, dengan program pupuk gurem. Yakni program bantuan pupuk NPK yang diperuntukkan kepada petani. Dimana program pupuk gurem ini, sudah direalisasikan di tahun lalu.

Baca Juga : Khofifah 5 Tahun Pimpin Jatim, Sektor Pendidikan Melejit

Awalnya penerimanya petani yang memiliki lahan 0,5 hektare. Namun, waktu itu karena anggarannya direkofusing, akhirnya penerimanya dipersempit dengan petani yang memiliki lahan 0,14 hektare atau di Ponorogo biasa disebut 1 kotak.

“Langkah yang diambil Pemkab, ya kita akan kembali mengusahakan program pupuk gurem untuk petani kecil,” pungkasnya.

Sumber Berita : beritajatim.com
Iswahyudi02

One thought on “Petani Ponorogo Menangis, 2024 Kuota Pupuk Subsidi Berkurang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »